Konten Media Partner

Bedah Buku “Teladan dari Rumah Ulama”, Nyalakan Literasi dari Rumah Para Kiai

21 Oktober 2025 11:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bedah Buku “Teladan dari Rumah Ulama”, Nyalakan Literasi dari Rumah Para Kiai
Yayasan Abdul Wahid Hasyim dan Ponpes Minggir menggelar bedah buku “Teladan dari Rumah Ulama” yang mengangkat kisah keluarga besar KH. Wahid Hasyim dan Nyai Sholihah. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Buku "Teladan dari Rumah Ulama", catatan Gus Umar Wahid tentang Kiai Wahid, Nyai Sholihah, dan putra-putrinya. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Buku "Teladan dari Rumah Ulama", catatan Gus Umar Wahid tentang Kiai Wahid, Nyai Sholihah, dan putra-putrinya. Foto: Istimewa.
Yayasan Abdul Wahid Hasyim bersama Pondok Pesantren Minggir Sleman menggelar kegiatan Bedah Buku “Teladan dari Rumah Ulama”, Selasa (21/10), di Aula Utama Pondok Pesantren Minggir. Acara ini menjadi bagian dari gerakan literasi keulamaan untuk menghidupkan kembali tradisi membaca dan menulis di lingkungan pesantren serta keluarga ulama.
Buku “Teladan dari Rumah Ulama” mengangkat kisah keluarga besar KH. Wahid Hasyim dan Nyai Sholihah, pasangan ulama yang menanamkan nilai cinta, ilmu, dan pengabdian di rumahnya. Berdasarkan penuturan Dr. KH. Umar Wahid, buku ini menyingkap kehidupan rumah yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah).
Ketua Yayasan Abdul Wahid Hasyim, Arief Rachman, menyebut terbitnya buku ini menjadi seruan moral agar generasi muda kembali menjadikan keluarga sebagai pusat peradaban Islam Nusantara.
“Kami ingin masyarakat mengenal kembali nilai-nilai keluarga KH. Wahid Hasyim. Bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat lahirnya ilmu, adab, dan doa,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Selasa (21/3).
Poster Bedah Buku “Teladan dari Rumah Ulama” di Pondok Pesantren Minggir, Sleman. Foto: Istimewa
Acara yang mengusung tema “Dari Rumah Ulama, Lahir Cahaya Bangsa” ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. KH. Umar Wahid sebagai penutur utama, Ning Alisa Wahid sebagai pembedah dan aktivis sosial, KH. Ahmad Muwafiq sebagai pengasuh Pondok Pesantren Minggir, serta Imam Anshori Sholeh selaku penulis dan editor buku.
Selain sesi bedah buku, kegiatan juga menampilkan musik klasik dan keroncong literasi oleh santri Pondok Pesantren Minggir, pembacaan doa, dan sesi tanya jawab interaktif.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai tokoh, antara lain pengurus PWNU DIY, perwakilan FORKOPIMDA DIY, civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, UGM, UNY, serta sejumlah ormas seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan PMII Yogyakarta.
Kehadiran beragam kalangan ini memperkuat sinergi antara pesantren, kampus, dan masyarakat dalam membangun gerakan literasi Islam berbasis nilai keulamaan.
Perwakilan panitia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar forum akademik, melainkan momentum memperkuat tradisi keilmuan Islam Nusantara.
“Dari rumah ulama, kita belajar bahwa ilmu yang disampaikan dengan cinta akan melahirkan generasi berakhlak dan berjiwa pemimpin,” ujarnya.
Bedah Buku “Teladan dari Rumah Ulama” menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya ruang pendidikan agama, tetapi juga pusat literasi dan kebudayaan. Dari rumah para ulama, lahir cahaya ilmu yang menuntun umat dan bangsa menuju masa depan yang beradab.
Trending Now