Konten Media Partner

Bukan Sekadar Bahan Baku: Saat Kelapa Jadi Identitas Kuliner Baru di Jogja

25 Oktober 2025 15:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bukan Sekadar Bahan Baku: Saat Kelapa Jadi Identitas Kuliner Baru di Jogja
Di Jogja, ada satu kafe yang 20 menunya terbuat dari kelapa. Bagi mereka, kelapa bukan sekadar bahan baku, tapi juga identitas. Nama kafe itu Coconut Coffee & Eatery. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Coconut Coffee & Eatery Palagan menghadirkan suasana tropis yang asri, berpadu dengan pemandangan sawah hijau dan deretan pohon kelapa. Foto: Dok. Coconut Coffee & Eatery
zoom-in-whitePerbesar
Coconut Coffee & Eatery Palagan menghadirkan suasana tropis yang asri, berpadu dengan pemandangan sawah hijau dan deretan pohon kelapa. Foto: Dok. Coconut Coffee & Eatery
Di tengah maraknya kafe tematik di Yogyakarta, muncul satu tempat yang mengambil arah berbeda. Coconut Coffee & Eatery Palagan menghadirkan seluruh konsepnya berakar pada satu bahan: kelapa. Dari tata ruang hingga menu yang disajikan, seluruh elemen kafe ini dirancang untuk menonjolkan potensi bahan lokal yang selama ini dianggap sederhana.
Head Kitchen Coconut Coffee & Eatery Palagan, Nabila Budi Mentari, menyebut kelapa bukan sekadar bahan utama, melainkan identitas.
β€œCoconut itu identitas kami,” ujarnya.
Head Kitchen Coconut Coffee & Eatery Palagan, Nabila Budi Mentari. Foto: Dok. Coconut Coffee & Eatery
Setiap produk, baik dari dapur maupun bar, dirancang untuk menampilkan kelapa dalam bentuk yang tidak biasa. β€œKita mau bawa semua produk-produk kita berbasis coconut, mau itu di makanan ataupun minuman. Jadi kita ngasih sebuah eksperimen baru ke customer, kalau coconut itu enggak hanya bisa diminum utuhan tapi bisa di-mix pakai kopi, pakai sweet base, atau di makanan kita sendiri,” tambahnya.
Eksperimen itu diwujudkan lewat beragam minuman, sekitar 15 hingga 20 varian berbasis kelapa. Campuran air kelapa dengan kopi, Coconut Matcha, hingga olahan lainnya menjadi menu yang paling sering dipesan. β€œKami ingin menunjukkan kalau kelapa bisa diolah lebih luas dari sekadar diminum utuh,” kata Nabila.
Dari dapur, Nasi Campur ala Coconut Coffee & Eatery menjadi menu yang paling sering dipesan. Dalam satu piring tersaji nasi daun jeruk, ayam suwir, sambal matah, sate lilit, pelicing kangkung, telur setengah matang, dan keripik kentang. Menu ini memadukan cita rasa Bali dan Lombok, disesuaikan dengan selera pengunjung di Yogyakarta. β€œKami ingin tetap membawa rasa tropis, tapi tetap cocok untuk lidah lokal,” ujarnya.
Pengunjung menikmati hidangan berbasis kelapa di Coconut Coffee & Eatery Palagan. Foto: Dok. Coconut Coffee & Eatery
Respon pengunjung terhadap konsep dan sajian itu disebut positif. Musik, pencahayaan, dan tata ruang disusun untuk menegaskan suasana tropis yang menjadi ciri utama. β€œKita berusaha menghadirkan konsep dan vibes seperti kafe-kafe yang ada di Bali. Jadi buat teman-teman yang belum sempat ke Bali atau Lombok, bisa nyicipin rasanya nongkrong di sana lewat Coconut Coffee & Eatery,” ujar Nabila.
Bagi kafe ini, kelapa bukan sekadar bahan baku. Ia menjadi simbol bagaimana produk lokal dapat diolah menjadi pengalaman kuliner yang baru. β€œBisa dibilang kami kafe yang paling kelapa di Jogja,” tutup Nabila sambil tersenyum.
Trending Now