Konten Media Partner

Dari Jogja Menuju Melbourne: Talenta Muda DIY Belajar Dokumentasi Orkestra

31 Juli 2025 19:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Dari Jogja Menuju Melbourne: Talenta Muda DIY Belajar Dokumentasi Orkestra
20 anak muda di DIY dilatih mendokumentasikan orkestra secara live sebagai salah satu bagian dari rangkaian kolaborasi DIY dengan Melbourne Symphony Orchestra. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Salah satu peserta menjalani simulasi dokumentasi konser woodwind quintet pada hari ke-2 pelaksanaan Program Studi Praktis Dokumentasi Audio-Video. Foto: Tannayu Hangno/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu peserta menjalani simulasi dokumentasi konser woodwind quintet pada hari ke-2 pelaksanaan Program Studi Praktis Dokumentasi Audio-Video. Foto: Tannayu Hangno/Pandangan Jogja
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan dokumentasi audio-video pertunjukan orkestra yang digelar Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disbud DIY) bersama AMT Studiolab pada Selasa (29/7) hingga Kamis (31/7), di Sakatoya Collective Space, Bantul. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju kolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra (MSO).
Pelatihan tersebut menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) dan menyasar talenta muda DIY yang bergerak di bidang dokumentasi seni pertunjukan. Tahun ini, Disbud DIY memfasilitasi pelatihan teknis dokumentasi audio dan video, setelah pada tahun sebelumnya mendatangkan mentor dari MSO untuk melatih musisi orkestra DIY.
β€œIni kesempatan yang langka dan luar biasa jika nanti ternyata ada teman-teman hasil studi praktis kita tiga hari ini yang lolos dan bisa belajar dari lembaga yang memang sudah ratusan tahun berdiri, khususnya terkait dengan orkestra di Australia,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Disbud DIY, Rully Andriadi, saat ditemui di sela pelatihan peserta pada Rabu (30/7).
Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi, usai wawancara. Foto: Tannayu Hangno/Pandangan Jogja
Rully menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan dokumentasi yang muncul seiring penyelenggaraan berbagai konser orkestra di DIY dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, teknisi dokumentasi menjadi bagian penting dalam pengarsipan pertunjukan seni.
β€œSelama beberapa tahun ini kami secara intens mengadakan beberapa jenis pertunjukan, khususnya musik orkestra. Nah, ternyata setelah proses berlangsungnya waktu, ada titik yang perlu diperkuat, salah satunya pengarsipan,” ungkapnya.
Proses latihan peserta Youth Music Camp 2024 bersama Malbourne Symphony Orchestra. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dokumentasi pertunjukan musik secara teknis dan konseptual. Materi yang disampaikan meliputi proses perekaman audio dan video secara langsung saat pertunjukan berlangsung, tanpa pengulangan atau retake.
β€œKebanyakan sekadar tampil, namun kemudian hasil-hasil itu tidak dikelola dengan baik. Ini langkah awal kami agar proses pengarsipan itu bisa dilakukan oleh seniman-seniman secara mandiri dan menjadi bagian penting rekaman yang nanti tentu akan menjadi legasi warisan,” tegas Rully.
Peserta pelatihan produksi audio. Foto: Tannayu Hangno/Pandangan Jogja
Manajer Program Studi Praktis Dokumentasi Audio-Video, Iwang Prasiddha Lituhayu, menambahkan bahwa peserta pelatihan dipilih berdasarkan pengalaman di bidang produksi audio-video, motivasi mendalami seni budaya, serta rentang usia muda guna menjaga kontinuitas regenerasi.
β€œKita memang persiapan teman-teman usia muda dan masih produktif karena mungkin masa produktivitasnya bayangan kita itu masih sangat panjang,” jelasnya.
Trending Now