Konten Media Partner

Di Sela Pekan WBTb, Menbud Fadli Zon Diterima Sultan HB X di Keraton Kilen

24 November 2024 17:17 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
clock
Diperbarui 12 Juni 2025 17:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Di Sela Pekan WBTb, Menbud Fadli Zon Diterima Sultan HB X di Keraton Kilen
Sebelum membuka Pekan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2024, Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon diterima Raja Keraton Yogya Sultan HB X di Keraton Kilen Yogya. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Doorstop Menbud Fadzli Zon usai membuka Pekan WBTb di Museum Benteng Vredeburg. Foto: P Wicaks
zoom-in-whitePerbesar
Doorstop Menbud Fadzli Zon usai membuka Pekan WBTb di Museum Benteng Vredeburg. Foto: P Wicaks
Sebelum membuka Pekan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) Festival 2024 pada Sabtu (23/10) kemarin, Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon diterima Raja Keraton Yogya sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam pertemuan yang dilakukan di Keraton Kilen Yogyakarta itu turut pula Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo dan putri bungsu Sultan HB X, GKR Bendara. Sejumlah persoalan kebudayaan jadi pembahasan dalam pertemuan itu.
"Ya soal (manuskrip Keraton yang disimpan di Inggris) itu juga saya sampaikan kepada Sultan, kami akan coba melakukan upaya pengembalian manuskrip itu dari Inggris," kata Fadli Zon di sela membuka Pekan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Sabtu petang.
Dalam peristiwa Geger Sapehi 19-20 Juni 1812, pasukan Inggris yang dipimpin oleh Stamford Rafles, menggulingkan Sultan Hamengkubuwana II yang menolak bekerjasama dengan pemerintahan kolonial dan merampok harta benda termasuk 7.000-an naskah kuno milik Keraton Yogyakarta.
Fadli Zon menuturkan, upaya pengembalian manuskrip dari masa akan coba dilakukan pihaknya pasca pertemuan dengan Sultan itu.
"Kami akan usahakan (mengembalikan), meskipun menurut Sultan HB X sekitar 170 naskah dokumen digitalnya sudah diberikan, tapi sebenarnya jumlahnya lebih banyak dari itu," kata Fadli.
Menbud Fadzli Zon membuka Pekan WBTb di Museum Benteng Vredeburg. Foto: P Wicaks
"Nanti ketika kami (pemerintah Indonesia) ada kesempatan bertemu dengan Pemerintah Inggris, kami akan sampaikan agar artefak-artefak termasuk manuskrip Keraton Yogya yang dibawa ketika itu bisa dikembalikan ke Indonesia.”
"Karena itu merupakan hak milik dari kita dan ketika itu masa kolonialisme, ya kami kira banyak negara di dunia sekarang berusaha mengambil kembali artefak-artefaknya," kata Fadli.
Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Beny Suharsono yang mendampingi Menbud bertemu Sultan HB X mengatakan, dalam pertemuan itu disinggung pula pengamanan nilai -nilai histori yang ada Keraton Yogyakarta yang sebagian besar ada di The British Library, Yale University Library dan lainya.
Festival WBTb 2024: Menjaga Warisan Budaya dengan Sentuhan Modern
Menbud Fadzli Zon membuka Pekan WBTb di Museum Benteng Vredeburg. Foto: P Wicaks
Sementara itu, Pekan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) Festival 2024 yang digelar Sabtu (23/11) hingga Kamis (28/11) dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pada Sabtu malam (23/11) di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta.
Didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Menbud Fadli Zon, mengatakan bahwa festival ini menjadi ajang pelestarian dan promosi 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO, mulai dari keris hingga gamelan.
β€œMelalui festival ini, kami ingin menegaskan pentingnya keberlanjutan WBTb dan sekaligus agar masyarakat lebih mengenal filosofi di balik budaya kita, sekaligus membangun jembatan antara tradisi dan inovasi,” ujar Fadli kepada wartawan.
Menbud Fadzli Zon membuka Pekan WBTb di Museum Benteng Vredeburg. Foto: P Wicaks
Mengusung tema "Indonesia Menuju Ibukota Budaya Dunia", acara ini menyajikan berbagai aktivitas menarik, seperti workshop tari Saman dan Pencak Silat, seminar tentang wayang, hingga sarasehan keris. Salah satu daya tarik utama adalah kolaborasi seni wayang dengan teknologi video mapping dalam pertunjukan berjudul Sang Dewaruci.
Fadli Zon menekankan bahwa teknologi menjadi elemen penting dalam memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda. β€œWayang harus relevan dengan era digital. Sentuhan teknologi membuat cerita lebih menarik tanpa kehilangan pakem dan nilai-nilai tradisi,” jelasnya.
Selain pertunjukan, festival ini juga menjadi wadah edukasi dan literasi budaya. Workshop Batik di atas topeng, misalnya, melibatkan pelajar, komunitas, dan akademisi untuk menggali keterampilan tradisional dengan cara yang inovatif.
Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Fadli berharap ekosistem kebudayaan yang kuat dapat memicu fenomena global, seperti Korean Wave, dengan budaya Indonesia sebagai pusatnya.
ICH Festival 2024 yang terbuka untuk umum hingga 28 November mendatang, menawarkan rangkaian pameran, seminar, dan pertunjukan seni yang siap menginspirasi dan mempererat hubungan antara tradisi dan masyarakat modern.
Trending Now