Konten Media Partner
Disbud DIY Gelar Konser Sumbu Filosofi, Persiapan Setahun dengan MSO
16 Oktober 2025 13:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Disbud DIY Gelar Konser Sumbu Filosofi, Persiapan Setahun dengan MSO
Konser Sumbu Filosofi 2025 berlangsung Minggu (12/10) di Militaire Societeit TBY. Persiapan setahun, disupervisi Melbourne Symphony Orchestra. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Konser Sumbu Filosofi 2025 digelar dalam tiga sesi di Gedung Militaire Societeit, Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (12/10). Persiapan konser berlangsung selama satu tahun, mulai dari pengembangan konsep hingga latihan intensif di Griya Persada Kaliurang, Sleman.
Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian awal Art Management Workshop dan Youth Music Camp 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama dengan Melbourne Symphony Orchestra (MSO). Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan pendanaan dari Dana Keistimewaan DIY (Danais) sebagai bentuk pemanfaatan keistimewaan Yogyakarta di bidang kebudayaan.
Konser ini menandai tahun pertama implementasi proposal terbaik dari Art Management Workshop, program pendampingan seni pertunjukan yang diikuti peserta dari berbagai disiplin seni. Tim dengan proposal terbaik tahun lalu difasilitasi untuk mewujudkan idenya menjadi pertunjukan profesional dengan supervisi langsung dari MSO.
Sepanjang proses persiapan, panitia rutin berkoordinasi secara daring dengan tim di Melbourne.
“Persiapannya selama satu tahun, dengan konsultasi rutin secara online bersama Melbourne Symphony Orchestra,” kata Seksi Monitoring dan Evaluasi Konser Sumbu Filosofi, Vishnu Satyagraha, Minggu (12/10).
Konser Sumbu Filosofi menampilkan kolaborasi antara grup vokal Vocal Groove, penyanyi duo Twinslight, pemain biola Danu Kusuma, dan penari kontemporer Ratu Maheswara.
Pertunjukan ini menafsirkan ulang makna Sumbu Filosofi, garis imajiner yang menghubungkan Tugu Golong Gilig, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak melalui paduan musik, cahaya, dan gerak. Sebagai informasi, Sumbu Filosofi Yogyakarta telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2023.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, tema Sumbu Filosofi dipilih untuk mengajak publik mengenali kembali nilai-nilai filosofis Yogyakarta melalui pendekatan pertunjukan.
“Temanya Sumbu Filosofi, yang kami manfaatkan untuk memberikan edukasi dan promosi kepada masyarakat secara fun dan menyenangkan melalui seni pertunjukan,” ujarnya.
Dian menyebut, pelibatan generasi muda dalam produksi konser ini menjadi bentuk nyata dari pembelajaran manajemen seni pertunjukan yang sebelumnya diperoleh melalui workshop.
“Ini di luar ekspektasi saya, bagaimana generasi muda kita melalui program-program yang diselenggarakan oleh Dinas mampu menampilkan satu performance yang sebenarnya dalam tanda petik layak kita jual, untuk kemudian menjadi bagian edukasi warisan dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta,” ungkapnya.
Direktur Melbourne Symphony Orchestra, Richard Wigley, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja tim yang berisikan generasi muda Jogja.
“Tonight’s concert was fantastic. So many different parts to it, dance, song, speech, absolutely brilliant. Huge achievement. Very, very proud of what they’ve done,” ujar Richard.
Konser Sumbu Filosofi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kebudayaan DIY untuk memperkuat kapasitas pelaku seni sekaligus mengembangkan kerja sama internasional di bidang tata kelola seni pertunjukan. Kolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra dijadwalkan berlanjut pada tahap berikutnya tahun depan.
