Konten Media Partner
DLHK DIY Tunjuk 10 Desa sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri
3 Agustus 2023 13:10 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
DLHK DIY Tunjuk 10 Desa sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menunjuk sepuluh desa sebagai percontohan pengelolaan sampah mandiri di DIY. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjuk sepuluh desa sebagai percontohan pengelolaan sampah mandiri di DIY.
Sepuluh desa percontohan tersebut, adalah Desa Sinduharjo, Sardonoharjo, Puriharjo, Purwomartani, Minomartani, dan Pandowoharjo di Kabupaten Sleman, serta Desa Wirokerten, Tamanan, Srigading, dan Srihardono di Kabupaten Bantul
β10 desa-desa percontohan ini akan menjadi model dalam menyelesaikan masalah sampah di tingkat kelurahan,β kata Kepala DLHK DIY, Kuncoro Cahyo Aji dalam keterangan resmi Pemda DIY, Kamis (3/8) pagi.
"Masyarakat mau tidak mau harus mempunyai tingkat partisipasi untuk memilah dari dapur pindah ke depan pintu masing-masing rumah," lanjut Kuncoro.
Kuncoro menjelaskan, sampah yang terkumpul di depan rumah di 10 desa percontohan tersebut akan diarahkan ke Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang aktif di masing-masing desa.
10 Desa tersebut menurut Kuncoro juga akan diberikan bantuan berupa alat transportasi dan pengolah sampah di TPS3R, akan disediakan untuk mendukung pelaksanaan program ini. Dia berharap dengan adanya program ini, sampah yang masuk di TPA Piyungan akan berkurang.
Pengelolaan sampah di sepuluh desa percontohan ini menurut Kuncoro merupakan bentuk kerja sama DLHK DIY dengan SPEAK Indonesia untuk mengurangi volume dan mengelola sampah di DIY dalam program Jogja Hijau dan Voices For Just Climate Action (VCA).
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyambut baik sinergi program yang akan dilakukan kedua pihak tersebut. KGPAA Paku Alam X mengatakan, point penting dalam melaksanakan sinergi program tersebut adalah keterlibatan masyarakat.
βTerkait kegiatan VCA, saya sepakat apapun (program) yang dilakukan, kami tidak bisa sendirian. Semua ada peran. Kami selalu menjadikan warga itu justru menjadi subjek bukan objek. Jadi bagaimana di setiap kegiatan itu kita sepakat bahwa warga harus menjadi subjek. Dengan menjadikan warga sebagai subjek maka dapat membantu mendorong berbagai perubahan di berbagai sektor,β kata Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.
