Konten Media Partner

Eks Juri MasterChef Datang ke Michelin Key Hotel Jogja, Sajikan Menu Thailand

24 November 2025 15:13 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Eks Juri MasterChef Datang ke Michelin Key Hotel Jogja, Sajikan Menu Thailand
Kolaborasi Chef Degan dan Chef Edy dalam The Master’s Plate: Thai Legacy menghadirkan perjalanan rasa Thailand di Garrya Bianti Yogyakarta #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Mantan juri MaterChef Indonesia, Chef Degan Septoadji (kiri), dan Executive Chef Garrya Bianti Yogyakarta, Chef Edy Santoso (kanan), berkolaborasi menyiapkan six-course intimate Thai dining. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Mantan juri MaterChef Indonesia, Chef Degan Septoadji (kiri), dan Executive Chef Garrya Bianti Yogyakarta, Chef Edy Santoso (kanan), berkolaborasi menyiapkan six-course intimate Thai dining. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
Mantan juri MasterChef Indonesia, Chef Degan Septoadji, berkolaborasi dengan Executive Chef Garrya Bianti Yogyakarta, Chef Edy Santoso, dalam acara makan malam eksklusif bertajuk The Master’s Plate: Thai Legacy pada Sabtu (22/11) di restoran Refresh All-day Dining, Garrya Bianti Yogyakarta, satu-satunya hotel di Jogja yang mendapat penghargaan Michelin Key 2025.
Keduanya pernah bekerja bersama di Banyan Tree Bangkok, tempat Chef Degan juga menjabat sebagai Corporate Chef Banyan Tree Hotels & Resorts dan Executive Chef Banyan Tree Bangkok.
Acara berlangsung pukul 18.00–21.00 WIB dan dihadiri sekitar 60 tamu yang telah melakukan reservasi sebelumnya. Mengusung konsep six-course intimate Thai dining experience, kedua chef menyusun rangkaian hidangan yang memadukan teknik kuliner modern dengan cita rasa autentik Thailand. Setiap sajian dirancang sebagai eksplorasi berlapis dari rasa segar, gurih, asam, pedas, hingga manis.
Mindful Dining dan Perjalanan Rasa
Chef Degan Septoadji dan Chef Edy Santoso menyambut dan berinteraksi hangat dengan tamu The Master’s Plate: Thai Legacy di restoran Refresh All-day Dining, Garrya Bianti Yogyakarta. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
Dalam konsep mindful dining, pengalaman makan tidak hanya berhenti pada kenikmatan rasa, tetapi juga cara menghargai proses, dan filosofi dibalik setiap hidangan. Chef Degan menjelaskan bahwa setiap hidangan disusun sebagai bentuk ajakan untuk memperhatikan detail rasa dan tekstur.
“Melalui hidangan yang kami kurasi dan sajikan ini, saya ingin memperlihatkan keindahan dan keseimbangan otentik rasa Thailand, yang terletak diantara tradisi dan inovasi. Kita mengajak para tamu untuk mindful dan menyadari berbagai rasa mulai dari asam, manis gurih dan tekstur setiap masakan yang kami sajikan,” ujar Chef Degan Septoadji dikutip Pandangan Jogja, Senin (24/11).
Senada dengan itu, Chef Edy Santoso, menambahkan bahwa kolaborasi ini membawa nilai lebih dari sekadar teknis memasak.
“Bukan hanya sekedar memasak, melainkan sebuah wujud dari perjalanan rasa yang menghubungkan budaya, dua kota, dan passion ke dalam satu meja. Kami berdua senang dapat berbagi momen mindful dining yang hangat bersama para tamu.”
Perjalanan Enam Hidangan Degustasi
Chef Degan Septoadji menata hidangan dengan presisi menggunakan tweezer, menekankan konsep mindful dining dan keseimbangan rasa otentik Thailand. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
Perjalanan makan malam dibuka dengan Larb Gai, amuse-bouche bercita rasa segar dengan sentuhan pedas ringan. Menu berikutnya, Yum So O Hoi Shell, menghadirkan salad pomelo dengan scallop yang menyeimbangkan rasa asam, manis, dan gurih.
Hidangan Tom Kha Goong disajikan berikutnya dengan kuah santan aromatik berpadu lengkuas, serai, dan daun jeruk.
Menu Pla Neung Manao, ikan baramundi kukus dengan cita rasa asam dan pedas ringan, menjadi transisi menuju hidangan utama.
Hidangan utama Massaman Nuea menghadirkan daging short rib yang dimasak perlahan pada suhu 66°C selama tiga hari.
Hidangan Massaman Nuea, short rib yang dimasak dengan teknik slow-roasted pada suhu 66 derajat selama tiga hari, menu utama dari The Master’s Plate: Thai Legacy. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
“Dimasak di 66 derajat selama 3 hari jadi proteinnya tuh pelan-pelan dia hancur. Tapi hancurnya dengan sangat lembut. Jadi dia kalau dipotong juga enggak langsung putih. Jadi dia masih merah gitu. Tapi karena proteinnya juga hancur jadi pas dimakan dia sangat lembut. Harus sabar,” ujar Chef Degan Septoadji.
Rangkaian penutup terdiri dari Tub Tim Grob, Roselle Jelly with Lychee Foam, dan Crispy Mango Sticky Rice Roll with Coconut Ice Cream. Ketiganya menampilkan variasi tekstur dan keseimbangan rasa manis, segar, dan renyah khas hidangan penutup Thailand.
Hospitality dan Komitmen Garrya Bianti
Suasana makan malam eksklusif The Master’s Plate: Thai Legacy yang dihadiri sekitar 60 tamu di restoran Refresh All-day Dining, Garrya Bianti Yogyakarta. Foto: Dok. Garrya Bianti Yogyakarta
General Manager Garrya Bianti Yogyakarta, Ridwan Heriyadi, menekankan bahwa kesuksesan acara ini tidak lepas dari perhatian terhadap detail dan dedikasi dalam pelayanan.
“Kami selalu berupaya menyajikan layanan yang konsisten dan terbaik bagi setiap tamu. ‘The Master’s Plate: Thai Legacy’ membuktikan bahwa Yogyakarta mampu menjadi tuan rumah bagi event gastronomi yang sangat layak, dan Garrya Bianti berbangga karena bisa berkolaborasi dengan Chef Degan,” ujarnya.
Acara The Master’s Plate: Thai Legacy menjadi bagian dari upaya Garrya Bianti Yogyakarta untuk menghadirkan pengalaman kuliner bertaraf internasional. Melalui program ini, Garrya Bianti dan Refresh All-day Dining menegaskan posisinya sebagai destinasi fine dining di Yogyakarta yang terbuka bagi masyarakat luas.
Trending Now