Konten Media Partner

Festival Quick Win Pemkot Yogya Dinilai Jadi Penanda Birokrasi Berani Berinovasi

26 Mei 2025 9:46 WIB
Β·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Festival Quick Win Pemkot Yogya Dinilai Jadi Penanda Birokrasi Berani Berinovasi
Arie Sujito menilai festival Quick Win sebagai tanda bahwa birokrasi Pemkot Yogyakarta mulai berani keluar dari pola lama dan berani membuat inovasi berdampak nyata. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Arie Sujito menilai festival Quick Win sebagai tanda bahwa birokrasi Pemkot Yogyakarta mulai berani keluar dari pola lama dan berani membuat inovasi berdampak nyata.
Festival Quick Win Pemkot Yogya Dinilai Jadi Penanda Birokrasi Berani Berinovasi
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar Festival Quick Win 100 Hari Kerja 100 Perubahan di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (24/5/2025). Acara ini merupakan puncak selebrasi 100 hari pertama kepemimpinan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, sekaligus ajang apresiasi atas terobosan nyata dari perangkat daerah.
Sebanyak 162 program quick win dari 46 organisasi perangkat daerah (OPD) ditampilkan dalam festival ini. Rata-rata, setiap OPD menyumbang tiga program unggulan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dan cepat kepada masyarakat. Acara juga dimeriahkan oleh pameran foto, pertunjukan seni, serta pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Anom Sucondro.
Walikota Hasto Wardoyo (peci hitam tengah) didampingi Wakil Walikota Wawan Harmawan, dan Ketua DPRD Kota Yogya, Wisnu Sabdono Putro dan para Kepala OPD berkeliling di ruang pameran Quick Win. Foto: ESP
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa Festival Quick Win bukanlah seremoni kosong. β€œFestival ini adalah selebrasi dari semangat, kerja nyata, dan tekad bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang berdampak dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” kata Hasto.
Menurut Hasto, sejak awal dirinya menginstruksikan agar masa 100 hari kerja pertama tidak hanya menjadi masa transisi, tapi mampu melahirkan perubahan konkret. β€œKami meminta seluruh OPD untuk menciptakan program percepatan yang cepat, nyata, berkelanjutan, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
β€œSetiap OPD memiliki potensi yang luar biasa. Melalui festival ini, kami ingin mendorong agar capaian-capaian awal tersebut tidak berhenti hanya pada 100 hari kerja, tetapi bisa berlanjut menjadi sistem yang berkelanjutan.
Salah satu contoh keberhasilan Quick Wins ditampilkan adalah transformasi depo sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup. Program ini berhasil mengubah fungsi depo dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis pemilahan.
β€œDalam 100 hari ini, sudah lebih dari 23.000 ton sampah berhasil ditangani. Kami juga telah menyiapkan tujuh insinerator, serta menjalin kerja sama dengan mitra, seperti di Bawuran, Bantul, untuk pengelolaan sampah lebih lanjut,” terang Hasto.
Selain itu, Quick Wins Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM juga turut mempersembahkan terobosan dengan meluncurkan motif batik baru bernama Segoro Amarto. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menjaga predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh World Crafts Council (WCC).
Birokrasi Tidak Lagi Sekadar Rutinitas
Arie Sujito berfoto bersama salah satu pengunjung pameran. Foto: ESP
Salah satu juri Festival Quick Win, Dr. Arie Sujito, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, menyambut baik semangat yang ditunjukkan para perangkat daerah. Ia menyebut festival ini sebagai tanda bahwa birokrasi Pemkot Yogyakarta mulai berani keluar dari pola lama.
"Tujuannya adalah mendorong agar OPD tidak sekadar business as usual. Tapi punya keberanian membuat inovasi atau terobosan yang nyata dan berdampak," ujarnya kepada Pandangan Jogja di sela pameran.
Foto: ESP
Arie menilai, meski dampaknya belum sepenuhnya bisa diukur dalam jangka pendek, namun inisiatif-inisiatif yang lahir dari festival ini patut diapresiasi sebagai langkah awal menuju birokrasi yang lebih adaptif dan progresif.
β€œHarapannya supaya apa yang sudah disusun sejauh ini bisa menjadi keberlanjutan, supaya tidak hanya sekadar rutinitas,” tambahnya.
Potensi Lokal yang Tidur, Dibangunkan
Achmad Maruf. Foto: ESP
Senada dengan Arie, Achmad Maruf, Dosen Fakultas Ekonomi UMY yang juga bertindak sebagai juri, melihat festival ini sebagai ekspresi perubahan budaya birokrasi yang lebih solutif dan responsif terhadap realitas sosial.
β€œYang dilakukan OPD tidak harus mewah, tapi harus menjawab masalah nyata. Saya melihat banyak inisiatif yang di luar kebiasaan,” ungkapnya.
Para pengunjung pameran berfoto di depan statement utama pameran 100 hari menepati janji. Foto: ESP
Maruf menggarisbawahi program-program seperti sekolah perempuan penyintas kekerasan, hingga gerakan seribu penggerobak dan pusat daur ulang di tingkat kemantren, sebagai contoh nyata bahwa birokrasi bisa lebih dekat ke masyarakat.
"Yang dibangun bukan hanya program, tapi ekosistem baru. Dan ini membangunkan potensi lokal yang selama ini tidur. Itu yang paling penting," tandasnya.
Pengakuan Warga
Suasana pameran Quick Win. Foto: ESP
Program percepatan juga mendapat sambutan dari warga. Salah satunya Raditya Kurniawan, warga Kelurahan Wirogunan, Mergangsan, yang merasakan manfaat dari penataan kabel fiber optik (FO) oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan).
β€œAdanya pemotongan kabel ini bikin lingkungan lebih indah karena tidak ada kabel yang semrawut," kata Raditya.
Ia juga menyoroti manfaat program Puspagatra Ngetren, inovasi dari DP3AP2KB Kota Yogya, yang mendekatkan layanan konsultasi keluarga hingga tingkat kemantren. β€œMelalui program ini, keluarga mendapat edukasi dan pendampingan yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Daftar Pemenang 15 Kategori Quick Win Terbaik:
Walikota Yogya, Hasto Wardoyo, memberikan piala kepada OPD Pemenang. Foto: Dok. Pemkot Yogya
Kategori Citra Pariwisata: Dinas Pariwisata – Call Center Layanan Wisata 24 Jam
Kategori Ketahanan Pangan: Dinas Pertanian dan Pangan – Lumbung Pangan Gratis/Food Bank
Kategori Digitalisasi Ekonomi: Dinas Perdagangan – Pasar Online Beringharjo
Kategori Lingkungan Bersih: Dinas Lingkungan Hidup – Transformasi Depo Sampah
Kategori Komunikasi Publik: Setda Kota Yogya – Open House Rutin Rabu Pagi
Kategori Akses Kesehatan: Dinas Kesehatan – Kartu Keluarga untuk Jaminan Kesehatan Warga
Kategori Kemitraan Strategis: Bappeda – Perencanaan Kampung Tematik Terintegrasi
Kategori Rekognisi Budaya: Dinas Perindustrian Koperasi UKM – Motif Baru Batik Segoro Amarto
Kategori Inklusivitas dan Gender: DP3AP2KB – Sekolah untuk Perempuan
Kategori Transparansi dan Akuntabilitas: BPKAD – Virtual Account Pembayaran Pajak
Kategori Kebersihan Wilayah: Kemantren Jetis – Pusat Pengelola Daur Ulang Sampah Mandiri
Kategori Inklusi Sosial: Kemantren Gondokusuman – Kunjungan Asrama Daerah untuk Pencegahan Konflik
Kategori Gotong Royong: Kemantren Mergangsan – Program Bedah Rumah
Kategori Perlindungan Sosial: Kemantren Danurejan – Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Lansia
Kategori Perlindungan Konsumen: Kemantren Gedongtengen – Hotline Pengaduan Harga Warung
Trending Now