Konten Media Partner

Geolog: Tebing Breksi Terbentuk dari Letusan Gunung yang Gelapkan Dunia 1 Bulan

31 Mei 2025 13:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Geolog: Tebing Breksi Terbentuk dari Letusan Gunung yang Gelapkan Dunia 1 Bulan
Tebing Breksi di Sleman diperkirakan memiliki ketebalan batuan hingga 300 meter, padahal letusan dahsyat Merapi pada 2010 hanya hasilkan batuan serupa setebal 25 cm. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Wisata Tebing Breksi di Parmbanan, Sleman. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Wisata Tebing Breksi di Parmbanan, Sleman. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
Tebing Breksi di Sleman terbentuk dari endapan batuan vulkanik setebal 300 meter, dari Lava Bantal di Berbah hingga Candi Ijo. Hal itu disampaikan Geolog dari Tim Geoheritage dan Geopark UPN Veteran Yogyakarta, Jatmika Setiawan.
Sebagai pembanding, letusan Merapi tahun 2010—yang dikenal sangat dahsyat—hanya menghasilkan endapan serupa (tuf atau breksi) setebal 25 cm di wilayah Muntilan dan Magelang. “Merapi yang sudah menggegerkan dunia aja cuma 25 cm,” kata Jatmika Setiawan.
“Kemungkinan itu (Tebing Breksi) adalah endapan tuf tertebal di dunia,” ungkapnya.
Geolog dari Tim Geoheritage dan Geopark UPN Veteran Yogyakarta, Jatmika Setiawan. Foto: ES Putra/Pandangan Jogja
Menurut Jatmika, ketebalan Tebing Breksi luar biasa besar karena berasal dari letusan gunung api purba bernama Gunung Semilir. Letusan dahsyat itulah yang membentuk formasi batuan masif di kawasan ini.
Gunung Semilir sendiri merupakan gunung api bawah laut yang aktif sekitar 30 juta tahun lalu, jauh lebih tua dibanding Merapi yang baru berusia 2 juta tahun. Saat ini, jejaknya bisa dikenali sebagai Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul. Letusannya terjadi berulang-ulang dalam periode panjang dan disebut sebagai mega eksplosif Semilir.
Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul. Foto: Visiting Jogja
Karena terus-menerus memuntahkan debu vulkanik, endapan yang dihasilkan Gunung Semilir nyaris seluruhnya berwarna putih dan tanpa campuran batu hitam atau tanah.
“Semua putih, berarti dia endapan debu. Tidak ada tanah, tidak ada tanah merah atau batu hitam seperti di erupsi Merapi,” jelas Jatmika.
Besarnya skala letusan bahkan memengaruhi kondisi global pada masa itu. “Dunia itu sampai gelap satu bulan,” kata Jatmika menggambarkan dampak dari letusan Gunung Semilir yang membentuk Tebing Breksi.
Trending Now