Konten Media Partner
Hotel di DIY Tiadakan Pesta Kembang Api, Diganti Doa dan Donasi untuk Sumatera
29 Desember 2025 14:43 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Hotel di DIY Tiadakan Pesta Kembang Api, Diganti Doa dan Donasi untuk Sumatera
Hotel-hotel di DIY meniadakan pesta kembang api di malam pergantian tahun, sebagai gantinya akan digelar doa bersama dan pengumpulan donasi. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Hotel-hotel di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meniadakan pesta kembang api di malam tahun baru.
Ketua DPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan larangan yang telah dikeluarkan oleh Polda DIY.
Meski begitu, menurutnya setiap hotel tetap mengadakan event tahun baru dengan kemasan yang berbeda-beda. Namun, ia memastikan bahwa dalam rangkaian event tahun baru itu akan dilaksanakan doa bersama dan pengumpulan donasi untuk korban banjir di Sumatera.
βYang jelas ada musik dan hiburan, makan malam lalu doa dan pengumpulan donasi untuk saudara-saudara di Sumatera dan Aceh,β kata Deddy saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (29/12).
Sebelumnya, Pemkot Yogya juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang larangan pesta kembang api di malam pergantian tahun. Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa SE tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana kondusif selama perayaan Tahun Baru.
βInti surat edaran menghimbau agar jangan membesar-besarkan pesta euforia di malam tahun baru,β kata Hasto saat ditanyai Pandangan Jogja, Senin (29/12).
SE tersebut telah diterbitkan sejak lima hari lalu. Menurut Hasto, respons dari pelaku usaha perhotelan, organisasi perangkat daerah (OPD), maupun masyarakat terbilang positif. βTidak ada yang menolak. Respons dari hotel dan masyarakat menyambut baik,β katanya.
Terkait agenda Tahun Baru, Pemkot Yogyakarta tidak menyiapkan acara khusus. Pemerintah hanya melakukan pengawalan terhadap kegiatan yang telah digelar oleh komunitas masyarakat, termasuk aktivitas di kawasan Malioboro yang berlangsung secara alami.
βKami mengawal saja,β pungkas Hasto.
