Konten Media Partner

Kemendes Gandeng ‘Aisyiyah untuk Upgrade 20.000 PAUD di Desa

21 Mei 2025 15:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kemendes Gandeng ‘Aisyiyah untuk Upgrade 20.000 PAUD di Desa
Kemendes PDTT menjalin kerja sama dengan ‘Aisyiyah untuk meningkatkan kualitas 20.000 PAUD milik ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Mendes PDTT, Yandri Susanto, dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PP ‘Aisyiyah, Selasa (20/5). Foto: Dok. UNISA Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Mendes PDTT, Yandri Susanto, dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PP ‘Aisyiyah, Selasa (20/5). Foto: Dok. UNISA Yogyakarta
Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), menggandeng organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Program ini ditujukan untuk memperkuat pendidikan anak usia dini di desa-desa sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Langkah tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah di Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Selasa (20/5).
Ia menyebut, pemerintah siap meningkatkan kualitas 20.000 PAUD milik ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.
“Kita sudah MoU dengan Kemendikdasmen untuk bangun satu desa satu PAUD. Nah, tadi saya dengar dari Ketua PP 'Aisyiyah, ternyata 'Aisyiyah sudah punya sekitar 20.000 PAUD. Ya sudah, kita nggak usah buat baru, tapi kita upgrade. Tingkatkan kualitasnya. Yang belum punya, baru kita bangun,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis yang diterima Pandangan Jogja, Selasa (20/5).
Mendes PDTT, Yandri Susanto. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta
Sebelumnya, Yandri juga menyebut masih ada 10.000 desa di Indonesia yang berstatus tertinggal. Bahkan, lebih dari 3.000 desa belum teraliri listrik dan 20.000 desa belum memiliki akses sinyal.
“Nah itu kalau kita sentuh, urus kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain, saya kira mereka akan bisa bersaing dengan desa yang lain. Iya pasti (Kerja sama dengan PP 'Aisyiyah untuk memajukan desa). Walaupun desa sudah maju juga, perlu kita tingkatkan lagi,” ujarnya.
Yandri menekankan pentingnya membangun desa untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, karena 73 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perdesaan.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah telah lama bergerak dalam dakwah di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Kini, organisasi perempuan Muhammadiyah itu siap menyasar desa-desa untuk memperkuat kualitas SDM dan memperluas layanan PAUD.
“Kami sadar pembangunan dari desa adalah kunci menciptakan aparatur dan masyarakat berkualitas,” ujar Salmah.
Ia mencontohkan UNISA Yogyakarta sebagai salah satu wujud dakwah pada bidang pendidikan. Diharapkan juga mampu berkontribusi hingga tingkat desa.
Trending Now