Konten Media Partner

Klinik Ekspor Jogja Resmi Dibuka, Fokus Layani Konsultasi Ekspor Produk IKM

2 Oktober 2025 13:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Klinik Ekspor Jogja Resmi Dibuka, Fokus Layani Konsultasi Ekspor Produk IKM
Disperindag DIY meluncurkan Klinik Layanan Ekspor Jogja Malioboro Etnik yang fokus memberikan layanan konsultasi ekspor bagi industri kecil menengah (IKM). #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Peluncuran Klinik Layanan Ekspor Jogja “Malioboro Etnik” pada Rabu (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Klinik Layanan Ekspor Jogja “Malioboro Etnik” pada Rabu (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY meresmikan Klinik Layanan Ekspor Jogja “Malioboro Etnik” pada Rabu (1/10) di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. Peresmian ini dihadiri perwakilan perbankan, asosiasi pengusaha, hingga pelaku industri kecil menengah (IKM) yang berorientasi ekspor.
Klinik ekspor tersebut hadir untuk membantu IKM menembus pasar global dengan menyediakan layanan konsultasi atas kendala yang sering dihadapi, seperti regulasi, sertifikasi, hingga akses pasar internasional.
Nama “Malioboro Etnik” dipilih sebagai identitas klinik dengan kepanjangan Mitra Layanan IKM Berorientasi Ekspor yang Kompetitif. Identitas ini dimaknai sebagai semangat agar klinik menjadi mitra strategis bagi IKM DIY sekaligus mendorong produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional, sejalan dengan citra Malioboro sebagai wajah ekonomi kreatif Yogyakarta.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan bahwa layanan klinik ekspor sebenarnya sudah berjalan sejak Agustus lalu, namun baru diluncurkan resmi untuk memperluas jangkauan. Klinik ini merupakan pengembangan dari layanan ekspor sebelumnya yang kini terintegrasi dengan Jogja Business Service Center (JBSC) dan melibatkan sekitar 30 instansi terkait.
“Banyak eksportir kita menghadapi kendala seperti sertifikasi halal, HACCP, atau SVLK yang tidak bisa hanya ditangani oleh Disperindag. Karena itu, layanan ini hadir dengan menggandeng berbagai stakeholder agar pelaku IKM lebih mudah mendapatkan solusi,” kata Yuna.
Menurut Yuna, layanan klinik ekspor tidak hanya tersedia di Kantor Disperindag, tetapi juga di Gedung PDIN.
“Lokasinya kami dekatkan dengan sentra produk IKM, sehingga pelaku usaha bisa langsung berkonsultasi di tempat yang memang mereka berkegiatan,” jelasnya.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag DIY, Theresia Sumartini. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag DIY, Theresia Sumartini, menambahkan bahwa klinik ekspor disiapkan sebagai pusat konsultasi, edukasi, dan solusi praktis bagi IKM. Layanan tersedia secara offline di dua lokasi, yakni Kantor Disperindag DIY di Jalan Kusumanegara dan PDIN, serta secara online melalui Instagram, WhatsApp Channel, dan website JBSC.
“Melalui layanan ini kami ingin mendampingi IKM agar tidak lagi kesulitan mencari informasi yang tercecer di banyak instansi. Semua bisa diakses lebih cepat, valid, dan dalam satu pintu. Harapannya, semakin banyak produk lokal Jogja bisa go internasional,” ujarnya.
Theresia menyebutkan, layanan offline di kantor Disperindag berjalan setiap Senin–Jumat pukul 08.00–15.30 WIB, sedangkan di PDIN dibuka pukul 10.00–12.00 WIB. Untuk layanan online, informasi dapat diakses 24 jam, sementara konsultasi tetap dilayani pada jam kerja.
Wakil Ketua Kadin DIY Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Robby Kusumaharta. Foto: Pandangan Jogja/Widi RH Pradana
Dunia usaha juga menyambut baik kehadiran klinik ekspor ini. Wakil Ketua Kadin DIY Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Robby Kusumaharta, menilai layanan tersebut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memajukan perekonomian.
“Harapannya layanan ini bisa diakses dengan mudah dan dimanfaatkan optimal, sehingga produk DIY semakin kompetitif di pasar global. Dengan begitu ekspor dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dengan hadirnya Klinik Layanan Ekspor Jogja “Malioboro Etnik”, pemerintah daerah bersama mitra usaha menargetkan ekosistem ekspor di Yogyakarta semakin kuat dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.
Trending Now