Konten Media Partner

Kota Yogya Bebas Rabies Sejak 1997, Vaksinasi Hewan Gratis Terus Dilakukan

26 September 2025 15:42 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kota Yogya Bebas Rabies Sejak 1997, Vaksinasi Hewan Gratis Terus Dilakukan
Kota Yogya bebas rabies sejak 1997 berdasarkan SK Menteri Pertanian. Status ini dipertahankan lewat vaksinasi rabies gratis oleh Pemkot. #pandanganjogja #publisherstory
Pandangan Jogja
Vaksinasi rabies gratis oleh Pemkot Yogyakarta yang berlangsung di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogykarta. Foto: Yusuf Hay/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinasi rabies gratis oleh Pemkot Yogyakarta yang berlangsung di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogykarta. Foto: Yusuf Hay/Pandangan Jogja
Kota Yogyakarta telah mempertahankan status bebas rabies selama 28 tahun. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 892/Kpts/TN.560/9/1997, penyakit rabies tidak lagi ditemukan di wilayah Kota Yogyakarta sejak 1997.
Menurut data Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta yang dikutip Kamis (26/9), hingga 7 Maret 2025 secara nasional tercatat 13.453 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) dan 25 kematian akibat rabies.
Saat ini, 26 dari 38 provinsi masih berstatus endemis. Berbeda dengan kondisi nasional, Kota Yogyakarta berhasil mempertahankan status bebas rabies tanpa satu pun kasus selama hampir tiga dekade.
Salah satu kucing yang menjalani vaksinasi rabies. Foto: Yusuf Hay/Pandangan Jogja
Program Pencegahan Rabies
Untuk menjaga capaian tersebut, pemerintah kota menjalankan sejumlah program pencegahan, di antaranya vaksinasi massal rabies pada hewan penular rabies (HPR), surveilans pascavaksinasi, sterilisasi kucing liar di fasilitas publik, serta pengawasan lalu lintas hewan dari daerah tertular.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, menyebut vaksinasi rabies gratis sudah dimulai sejak sebelum tahun 2000 dengan sistem dari rumah ke rumah.
โ€œUntuk program vaksinasi gratis ini sudah lama, sejak sebelum 2000 tapi dor to dor. Sedangkan program vaksin gratis di 45 kelurahan dan drh praktik mandiri sudah berjalan sejak 2021,โ€ ujarnya saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (26/9).
Tahun ini, hingga 24 September, tercatat 2.283 hewan telah divaksin, terdiri dari 1.825 kucing, 447 anjing, dan 11 monyet. Program ini dilaksanakan di 45 kelurahan dengan melibatkan dokter hewan praktik, poliklinik hewan, serta layanan kunjungan bagi pemilik hewan dengan jumlah besar.
Warga yang berpartisipasi pada program vaksinasi rabies gratis oleh Pemkot Yogyakarta tahun 2025. Foto: Yusuf Hay/Pandangan Jogja
Partisipasi Warga
Sri Panggarti menekankan pentingnya keterlibatan warga untuk mempertahankan status bebas rabies di Kota Yogyakarta.
โ€œHarapannya masyarakat berpartisipasi dalam vaksinasi rabies setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepemilikan masing-masing hewannya,โ€ ujarnya.
Ia menambahkan, rabies bersifat zoonosis dan pencegahannya hanya bisa dilakukan dengan vaksinasi. โ€œPenyakit rabies ini bersifat zoonosis, ditularkan dari hewan ke manusia, dan pencegahannya hanya bisa dengan vaksinasi,โ€ katanya.
Masyarakat juga diimbau menjaga hewan peliharaan, melaporkan kasus gigitan hewan penular rabies, serta waspada terhadap peredaran hewan dari daerah yang belum bebas rabies.
Sejauh ini, tantangan utama adalah lalu lintas hewan dari daerah endemis tanpa prosedur resmi. Setelah program vaksinasi rabies tahun ini berakhir pada 30 September, Pemkot Yogya akan melanjutkan upaya pencegahan lain, seperti sterilisasi kucing liar di pasar dan bangunan pemerintah, vaksinasi hewan tidak berpemilik bersama komunitas pecinta hewan, serta edukasi masyarakat melalui berbagai media.
Dengan strategi tersebut, Yogyakarta menargetkan untuk mempertahankan status bebas rabies, membangun kekebalan komunal, meningkatkan kesejahteraan hewan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
Trending Now