Konten Media Partner
Kritik Keracunan MBG, Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Aksi Bunyikan Wajan & Panci
26 September 2025 19:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Kritik Keracunan MBG, Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Aksi Bunyikan Wajan & Panci
280-an ibu-ibu menggelar aksi di Bundaran UGM sore ini. Mereka membunyikan panci dan wajan sebagai wujud keprihatinan atas kasus keracunan MBG. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Sekitar 280 ibu-ibu menggelar aksi bertajuk “Kenduri Suara Ibu Yogyakarta” di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (26/9) sore. Mereka membawa alat masak seperti panci, wajan, hingga centong nasi, lalu membunyikannya secara serentak.
Aksi ini diwarnai orasi, pertunjukan simbolik, hingga pernyataan sikap bersama. Beberapa ibu juga terlihat membawa anak mereka.
Poster dengan berbagai tulisan ikut dibentangkan, di antaranya “Kembalikan Daulat Pangan ke Dapur Ibu”, “Guru Itu Tugasnya Ngajar, Bukan Nyinom Dadakan”, “Masakan Ibuku Lebih Enak”, dan “Butuh Berapa Korban Agar MBG Dihentikan”.
Pegiat Suara Ibu Indonesia Yogyakarta, Kalis Mardiasih, menyatakan aksi ini digelar untuk menyuarakan penghentian program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami berkumpul di Yogyakarta, para ibu yang terdiri dari sekumpulan ibu rumah tangga, akademisi, seniman, dan ibu-ibu dari berbagai elemen menyuarakan untuk hentikan program prioritas makan bergizi gratis,” kata Kalis di lokasi aksi, Jumat (26/9).
Salah satu peserta aksi, Wasingatu Zakiyah, turut menyampaikan penolakannya. Ia menuturkan para wali murid di sekolah anaknya sepakat tidak menerima distribusi MBG.
“Anak saya yang kelas 6 SD sudah mengerti mengenai proyek makan bergizi gratis ini, belum terima dan kami para wali bersepakat untuk tidak terima (menerima MBG), karena kami sudah terbiasa pihak sekolah kami beri kepercayaan untuk memasak makan bergizi untuk anak,” ujarnya.
Tuntutan Massa Aksi
Dalam pernyataan sikap, massa aksi menyampaikan lima tuntutan:
