Konten Media Partner
Kunci Fesyen Lebaran Tetap Trendy dengan Bujet Minim: Padukan Koleksi Lama-Baru
19 April 2023 16:21 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Kunci Fesyen Lebaran Tetap Trendy dengan Bujet Minim: Padukan Koleksi Lama-Baru
Memadukan koleksi fesyen lama dengan koleksi baru jadi salah satu cara tetap tampil trendy saat Lebaran dengan bujet yang terbatas. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Agama Islam menyarankan supaya umat Muslim mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki di Hari Raya Idul Fitri. Pakaian terbaik ini berbeda dengan pakaian yang harganya mahal, dan tidak harus baru juga.
Desainer fesyen ternama asal Yogyakarta, Nita Azhar, memberikan tips bagaimana bisa tetap tampil trendy saat Lebaran dengan bujet yang terbatas. Nita menyarankan, untuk menghemat pengeluaran, tidak semua busana yang digunakan saat lebaran harus dibeli baru, tapi bisa juga dengan memadukan koleksi lama dengan asesoris-asesoris baru.
βMix and match menjadi solusi untuk bujet yang terbatas, yaitu memadupadankan koleksi vintage kita dengan busana masa kini yang trendy dilengkapi dengan aksesoris yang kekinian,β kata Nita Azhar saat dihubungi, Rabu (19/4).
Dengan kombinasi itu, maka tidak semua pakaian yang dipakai harus baru. Bisa jadi atasannya saja yang baru, tapi bawahannya seperti celana atau rok tetap menggunakan koleksi lama. Dengan begitu, maka pengeluaran untuk beli baju lebaran bisa lebih dihemat.
Nita juga menjelaskan bahwa tren busana Lebaran tahun ini lebih mencerminkan nilai-nilai empowering, dinamis, mandiri, dan kreatif. Pada busana wanita, nilai-nilai ini ditampilkan dengan warna-warna seperti viva magenta dan pink gelap (dusty pink.
βDan tentu saja putih atau natural yang bisa dipadupadankan dengan warna khaki, turquoise, abu-abu, biru tua, green olive maupun warna-warna earth tone, serta terakota dan krem,β ujarnya.
Sementara modelnya, ada dua pilihan, yakni one piece seperti gamis dan baju panjang (longdress), serta two pieces seperti atasan blose atau tunic dengan model lengan puff atau kerut vintage style yang dipadukan dengan bawahan rok atau celana panjang, atau bisa juga dengan kain modifikasi (ethnic style).
βUntuk bahannya yang menjadi tren 2023 adalah kombinasi brokat. Pun demikian dengan kerudungnya,β ujarnya.
Selain itu, hiasan kancing-kancing, aksesoris seperti bordir, serta aksen kerutan (kesan vintage) menurut Nita memang menjadi tren fesyen pada tahun 2023 ini.
βSedangkan untuk motifnya adalah motif-motif monogram yang mengesankan lebih santai tapi tetap elegan dan universal,β jelas Nita Azhar.
