Konten Media Partner

Omzet Rp3 Miliar per Bulan, Beras Gapoktan di Sleman Tembus Pasar Jabodetabek

24 Juni 2025 15:06 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Omzet Rp3 Miliar per Bulan, Beras Gapoktan di Sleman Tembus Pasar Jabodetabek
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sleman mencatat omzet hingga Rp3 miliar per bulan dari penjualan beras, distribusinya tembus pasar Jabodetabek. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Proses panen gabah Gapoktan Sidomulyo, Godean, Sleman. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Proses panen gabah Gapoktan Sidomulyo, Godean, Sleman. Foto: Dok. Istimewa
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman, mencatat omzet hingga Rp 3 miliar per bulan dari penjualan beras. Volume beras yang dipasarkan mencapai 200 hingga 300 ton setiap bulannya, dengan distribusi menjangkau wilayah Jabodetabek.
β€œKita kan bisa memasarkan beras 200-an ton sampai 300-an ton per bulan. Kalau 200 ton saja kali Rp 14 ribu itu kan sudah Rp 2,8 miliar itu omzetnya,” kata Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun, saat dihubungi Pandangan Jogja, Sabtu (21/6).
Rumah kemas beras Gapoktan Sidomulyo, Godean. Foto: Dok. Istimewa
Skala distribusi besar tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan 22 gapoktan lain di Sleman yang tergabung dalam Asosiasi Sembada Beras Sleman. Gapoktan Sidomulyo menerima beras dari mitra-mitra tersebut untuk diproses ulang, distandarisasi, lalu dijual dengan merek Super Sidomulyo.
β€œGapoktan-gapoktan lain yang belum bisa memasarkan beras seperti Sidomulyo, belum punya brand gitu, berasnya dijual ke Gapoktan Sidomulyo. Nanti Gapoktan Sidomulyo yang memproses ulang, distandarisasi, dan baru dijual dengan brand Super Sidomulyo,” ujar Bangun.
Salah satu produk beras Gapoktan Sidmulyo, Sleman. Foto: Dok. Istimewa
Gapoktan ini memiliki struktur manajemen lengkap, dari manajer hingga quality control, dengan sekitar 30 orang pekerja tetap yang semuanya merupakan petani. Kebutuhan operasional harian mereka mencapai Rp 80–100 juta per bulan.
Gapoktan Sidomulyo mulai berkembang sejak diresmikan oleh Gubernur DIY pada 2010 dan mengalami peningkatan signifikan sejak 2016 setelah mengantongi izin edar dan memiliki mesin penggilingan modern (RMU). Menurut Bangun, omzet gapoktan ini tetap stabil di kisaran Rp 2,5–3 miliar per bulan, dan bisa melonjak lebih dari Rp 4 miliar menjelang Lebaran.
Trending Now