Konten Media Partner
Pedagang Pasar Beringharjo di Libur Nataru: Tak Sempat Makan Demi Layani Pembeli
26 Desember 2025 19:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pedagang Pasar Beringharjo di Libur Nataru: Tak Sempat Makan Demi Layani Pembeli
Pasar Beringharjo menjadi salah satu tujuan utama wisatawan untuk belanja oleh-oleh saat liburan ke Jogja di momen Natal dan Tahun Baru. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Aktivitas belanja di Pasar Beringharjo meningkat tajam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. Salah satu titik yang paling ramai diserbu wisatawan berada di lantai 1 Gedung Barat, kawasan yang dikenal sebagai pusat penjualan batik, daster, dan pakaian anak untuk oleh-oleh.
Lonjakan pengunjung ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Isti, pedagang di kios Elfri Batik, mengatakan aktivitas jual beli berlangsung sangat padat sejak pagi hingga malam selama masa libur.
βDari pagi belum makan, belum minum. Kalau hari biasa bisa fokus satu pembeli, tapi pas liburan harus benar-benar hectic melayaninya,β ujarnya saat ditemui Pandangan Jogja, Jumat (26/12).
Hal serupa disampaikan pedagang lain, Nisa. Ia menyebut jumlah pengunjung saat libur Nataru meningkat signifikan dibanding hari biasa.
βKalau Nataru bisa sampai 1.000 sampai 2.000 pengunjung per hari. Yang banyak dicari itu pakaian anak, daster, dan batik buat oleh-oleh,β katanya.
Dari sisi pembeli, wisatawan asal Serang, Sintia, mengaku sengaja datang ke Pasar Beringharjo untuk berburu daster dan baju tidur.
βKalau ke Jogja pasti cari daster. Di sini pilihannya banyak dan nggak semua toko punya model yang sama,β ujarnya.
Sementara itu, Lurah Beringharjo Barat, Aroni Pasa, membenarkan adanya peningkatan intensitas pengunjung selama libur Nataru. Ia mengimbau pedagang tetap menjaga kualitas pelayanan dan penetapan harga kepada wisatawan.
βUntuk pelayanannya itu satu, tetap melayani dengan baik jangan sampai membuat wisatawan itu kapok ya mungkin dengan pelayanan dan harganya jangan sampai apa ya istilah orang Jawa itu nuthuk,β ujarnya.
