Konten Media Partner
Pelaku Perusakan Makam di Yogya Jarang Tidur di Rumah, Tiap Malam Keluyuran
20 Mei 2025 15:52 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pelaku Perusakan Makam di Yogya Jarang Tidur di Rumah, Tiap Malam Keluyuran
Polisi mengungkap pelaku perusakan makam di Yogya dan bantul jarang tidur di rumah, tiap malam keluyuran, pulang hanya untuk ganti baju sebelum berangkat sekolah. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Tersangka perusakan nisan makam di wilayah Bantul dan Kota Yogya, ANFS (16), kerap keluyuran pada malam hari dan tidur di luar rumah. Hal itu diungkap oleh Kapolsek Kotagede, AKP Basungkawa, dalam konferensi pers di Mapolsek Kotagede, Selasa (20/5).
Pelaku masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMP negeri di Bantul.
βPelaku ini kesehariannya tidak tidur di rumah, dia jalan-jalan terus, nanti tidur di mana, kadang di gubuk dan sebagainya, pagi itu pulang ganti baju (lalu berangkat) sekolah,β ujar Basungkawa.
Polisi menduga, pelaku mengalami gangguan kejiwaan, sebab kakak pelaku juga memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan telah menjalani pengobatan jalan. Meski begitu, kepolisian masih akan mendalami kondisi kejiwaan pelaku tersebut.
βAyahnya sudah meninggal, saat ini tinggal bersama ibu dan kakak. Dia empat bersaudara, kakaknya satu pisah rumah, yang dua masih serumah, salah satu kakaknya dari dua itu melakukan obat jalan,β ujarnya, Selasa (20/5).
Polisi juga belum mengungkap motif perusakan makam oleh pelaku. βMasih kami dalami, mohon waktunya,β ujarnya.
Dia menjelaskan, ANFS melakukan perusakan makam dengan tangan kosong dan menghancurkan satu makam keramik menggunakan batu besar.
ANFS dijerat Pasal 179 KUHP tentang penodaan atau perusakan makam dan tanda peringatan dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara.
Saat ini, ANFS dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Sleman untuk pemeriksaan lebih lanjut.
