Konten Media Partner
Pemda DIY Kirim 842 Kg Obat-obatan untuk Korban Bencana di Aceh-Sumut-Sumbar
8 Desember 2025 13:47 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pemda DIY Kirim 842 Kg Obat-obatan untuk Korban Bencana di Aceh-Sumut-Sumbar
Obat-obatan yang dikirim meliputi obat penurun panas, pereda nyeri, obat gatal, obat batuk, masker, hingga multivitamin. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengirimkan bantuan obat-obatan seberat 842 kilogram untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bantuan diberangkatkan dari Kompleks Kantor Gubernur DIY dan diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, kepada jasa pengiriman pada Senin (8/12).
βKami di Jogja ikut mendoakan. Semua agar lebih tabah lagi, kita sama-sama berdoa karena ini ujian untuk semua,β ujar KGPAA Paku Alam X usai penyerahan bantuan, Senin (8/12).
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bantuan terdiri atas obat-obatan esensial seperti masker, obat penurun panas, pereda nyeri, obat gatal, obat batuk, serta multivitamin.
βTotal berat bantuan tersebut 842 kilogram yang nilainya setara Rp 96 juta,β kata Anung.
Ia menegaskan bahwa pengiriman bantuan tidak mengganggu stok penyangga obat di DIY. βYang kami berikan adalah buffer stock yang memang aman untuk diberikan kepada masyarakat di Sumatra yang terdampak bencana,β ujarnya.
Bantuan dikirim melalui jalur darat dan diperkirakan tiba dalam 5β7 hari. Penyaluran akan dilakukan melalui dinas kesehatan provinsi masing-masing agar lebih tepat sasaran. βBantuan itu nanti masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi. Nah, Dinas Kesehatan Provinsi yang paling tahu daerah yang terdampak,β kata Anung.
Selain obat-obatan, Dinkes DIY menyiapkan dukungan tenaga kesehatan jika dibutuhkan. Koordinasi terus dilakukan dengan Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan.
βKami di DIY sudah punya medical emergency team dan kemudian tim cadangan kesehatan, cukup banyak yang siap tetapi memang masih menunggu arahan,β ujar Anung.
