Konten Media Partner
Pemkot Yogya Kerahkan 169 Nakes ke Tiap Kampung untuk Tangani Leptospirosis
15 Juli 2025 17:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pemkot Yogya Kerahkan 169 Nakes ke Tiap Kampung untuk Tangani Leptospirosis
Pemkot Yogya mengerahkan 169 bidan dan perawat ke setiap kampung untuk mengatasi penyebaran penyakit leptospirosis termasuk mengontrol penggunaan obat oleh pasien. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Pemerintah Kota Yogyakarta mengerahkan 169 tenaga kesehatan, terdiri dari bidan dan perawat, ke seluruh kampung di wilayah kota untuk memperkuat penanganan leptospirosis.
Setiap kampung mendapat satu petugas kesehatan yang ditugaskan memantau kondisi warga sekaligus mengontrol pemakaian obat.
โKita punya 169 bidan dan perawat yang kita kirim ke kampung-kampung. Karena punya 169 kampung, satu kampung satu petugas kesehatan. Mereka kita tugasi untuk waspada dan sekaligus mengontrol pemakaian obat,โ ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Selasa (15/7).
Hasto memastikan ketersediaan obat leptospirosis di Kota Yogyakarta mencukupi dan tergolong mudah diperoleh. Namun, kehadiran petugas tetap diperlukan untuk mendampingi pasien agar pengobatan tidak terputus.
โObat leptospirosis itu tidak sulit, mudah. Tapi kalau tidak diingatkan, sering putus obat,โ tambahnya.
Meskipun sempat terjadi lonjakan kasus secara epidemiologis, Hasto menyatakan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk leptospirosis di wilayah kota.
โBelum KLB, saya belum membuat status KLB. Terkendali lah,โ ujarnya.
Selain penempatan tenaga medis, Pemkot Yogyakarta juga melakukan edukasi kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
โLeptospirosis itu sebenarnya karena rumah kumuh. Makanya saya selain penyuluhan, juga sambil bedah rumah setiap minggu. Kemarin juga dua rumah,โ kata Hasto.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, hingga pekan kedua Juli 2025 terdapat 282 kasus leptospirosis di DIY, dengan 21 kasus di Kota Yogyakarta dan 7 kematian.
