Konten Media Partner
Pemuda di Gunungkidul Buat Mobil Patah Hati, Dampingi & Antar-Jemput ODGJ Gratis
4 Oktober 2023 15:41 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Pemuda di Gunungkidul Buat Mobil Patah Hati, Dampingi & Antar-Jemput ODGJ Gratis
Tingginya angka bunuh diri dan gangguan jiwa di Gunungkidul, membuat sejumlah pemuda membuat layanan Mobil Patah Hati untuk melayani para gangguan jiwa secara gratis. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Pemuda di Gunungkidul yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Kepek Raya, Wonosari, membuat layanan Mobil Patah Hati. Layanan ini berfungsi untuk memberikan pendampingan serta melakukan antar-jemput pasien gangguan jiwa secara gratis.
Salah satu pendiri Mobil Patah Hati, Andani Ratna Setyawan, mengatakan bahwa layanan Mobil Patah Hati ini secara resmi beroperasi sejak tahun 2021 silam. Tingginya angka bunuh diri dan pasien gangguan jiwa di Gunungkidul menjadi alasan utama dibuatnya layanan Mobil Patah Hati.
βDi Gunungkidul itu tingkat bunuh diri tinggi sekali, angka gangguan jiwa juga tinggi, dan mereka banyak yang kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan,β kata Andani Ratna Setyawan kepada Pandangan Jogja saat ditemui di FISIPOL UGM, Selasa (3/10).
Sebagai informasi, angka bunuh diri di Gunungkidul setiap tahun rata-rata mencapai 30 kasus. Sedangkan untuk jumlah penderita gangguan jiwa, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat 1.483 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Gunungkidul.
βMobil Patah Hati ini khusus untuk penderita gangguan jiwa,β ujarnya.
Mobil Patah Hati memberikan layanan antar-jemput dan pendampingan kepada pasien gangguan jiwa. Mulai dari mengevakuasi pasien karena biasanya mereka kerap mengamuk, kemudian mengantarnya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, lalu mengantarnya ke panti-panti milik Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul.
Di panti, para pasien biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 bulan untuk mendapatkan perawatan. Baru setelah dinyatakan sembuh, Mobil Patah Hati akan menjemput mereka untuk diantar pulang ke rumah keluarganya masing-masing.
βSetelah diantar ke rumah, kami masih melakukan pendampingan, kami lakukan pengondisian keluarga dan lingkungan. Jangan sampai pascapengobatan dari rumah sakit masyarakat dan lingkungan tidak terkondisi sehingga membuat dia kambuh lagi,β jelasnya.
Pendampingan dan pengondisian ini penting untuk dilakukan. Sebab, menurut Dani, jika pasien mengalami kambuh lagi proses pengobatannya akan butuh waktu lebih lama daripada proses pengobatan saat awal sakit.
Sejak beroperasi pada tahun 2021 sampai saat ini, total Mobil Patah Hati sudah memberikan pelayanan kepada sekitar 200 ODGJ di Gunungkidul. Bahkan, ada salah satu desa di Gunungkidul yang di dalamnya terdapat 30 pasien gangguan jiwa.
βPaling banyak di Desa Petir, Kecamatan Rongkop, itu satu desa ada 30an penderita gangguan jiwa,β ujarnya.
Karena semua pelayanan diberikan secara gratis, selama ini Mobil Patah Hati bekerja sama dengan dinas sosial setempat, BAZNAS, dan para donatur untuk pembiayaan operasional.
Namun, para pengelola Mobil Patah Hati sekarang sedang mengembangkan usaha mandiri yang harapannya bisa memenuhi kebutuhan operasional mereka ke depan.
βKami sudah mencoba membuat Mobil Patah Hati Mart, itu adalah forum jual beli yang isinya para donatur, di sana kami tawarkan barang-barang yang diproduksi binaan kami, harapannya itu bisa menjadi pemasukan kami ke depan sehingga kami tidak perlu bergantung lagi pada donatur dan bisa berjalan mandiri,β kata Andani Ratna Setyawan.
Mobil Patah Hati menjadi salah satu program pemuda karang taruna yang lolos untuk mengikuti kegiatan Pekan Inovasi Sosial yang diselenggarakan oleh Karang Taruna DIY. Dari 100 lebih peserta yang mendaftarkan diri, Mobil Patah Hati menjadi salah satu yang lolos dalam 20 terbaik untuk mengikuti program bootcamp atau pembinaan dalam Pekan Inovasi Sosial tersebut di Creative Hub Fisipol UGM pada Selasa (3/10).
