Konten Media Partner

Penggunaan QRIS di DIY Tumbuh Pesat, Sampai September Capai Rp12,2 Triliun

3 Desember 2024 19:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Penggunaan QRIS di DIY Tumbuh Pesat, Sampai September Capai Rp12,2 Triliun
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh pesat pada 2024, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,2 triliun hingga akhir September, melonjak 212% dibandingkan periode tahun lalu. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024 di Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (29/11). Foto: ES Putra/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024 di Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (29/11). Foto: ES Putra/Pandangan Jogja
Penggunaan QRIS di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh pesat pada 2024, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,2 triliun hingga akhir September. Angka ini melonjak 212% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,9 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hermanto, menyampaikan dalam acara Pertemuan Tahunan BI (PTBI) 2024, yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (29/11) pekan lalu, bahwa pertumbuhan ini menunjukkan tingginya adopsi teknologi pembayaran digital di DIY.
"Angka ini mencerminkan bahwa ekosistem ekonomi digital di DIY berkembang pesat, sejalan dengan transformasi digital yang terus didorong oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah," ungkap Hermanto.
Meski tidak menyebut capaian daerah lain, Hermanto mengatakan bahwa pertumbuhan penggunaan QRIS di DIY menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa. Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini tidak hanya mendorong efisiensi sistem pembayaran, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi lokal.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha, yang telah mendorong penggunaan QRIS di berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga layanan publik," tambahnya.
Penggunaan QRIS di DIY didominasi oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
"QRIS telah membuka peluang bagi UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital, meningkatkan transaksi, dan memperluas akses pasar," jelas Hermanto.
Dengan QRIS, pelaku UMKM dapat memberikan pengalaman pembayaran yang lebih mudah dan cepat kepada konsumen.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan sambutan dan arahan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024, Jumat (29/11).
Fokus pada Sinergi dan Stabilitas
PTBI 2024 mengusung tema โ€œSinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasionalโ€. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya, yang menekankan pentingnya kerja sama di berbagai sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.
"Melalui optimalisasi TPID, TP2DD, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Paku Alam X.
Sementara di Jakarta, dalam sambutan dan arahannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor.
โ€œMari bersama semua unsur di semua bidang dengan semua keahlian, kita harus bekerja dalam satu kesatuan. Kita yakin kita akan mencapai apa yang kita cita-citakan,โ€ ujar Prabowo.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat memberikan sambutan dan arahan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024, Jumat (29/11). Foto: ES Putra/Pandangan Jogja
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sambutannya juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
โ€œSebagai penutup, mari melangkah ke depan dengan optimis dan waspada. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi. Dengan Pemerintah, KSSK, DPR, dan berbagai pihak,โ€ tutup Perry.
Trending Now