Konten Media Partner

Psikolog Klinis: Anak Sering Terpapar HP Berisiko Speech Delay-Manifestasi Autis

11 Oktober 2025 13:17 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Psikolog Klinis: Anak Sering Terpapar HP Berisiko Speech Delay-Manifestasi Autis
Ketua Kolegium Psikologi Klinis, Indria Laksmi Gamayanti, menyebut paparan gawai berlebihan pada anak berisiko menghambat perkembangan kognitif dan sosial. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. Foto: Pixaby
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. Foto: Pixaby
Penggunaan gawai dan akses internet berlebihan pada anak-anak dapat memicu berbagai gangguan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara (speech delay), hiperaktivitas, dan gangguan belajar.
Ketua Kolegium Psikologi Klinis, Indria Laksmi Gamayanti, mengatakan paparan perangkat digital tidak hanya berdampak pada aspek psikologis, tetapi juga memengaruhi perkembangan sistem saraf anak.
β€œKarena saya banyak bekerja dengan anak-anak, saya psikolog klinis yang banyak bekerja dengan anak, itu justru pada anak-anak ini banyak gangguan-gangguan yang terkait dengan neurodevelopmental disorder,” kata Indria dalam konferensi pers Seminar Nasional dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di lobi auditorium FKKMK UGM, Kamis (9/10).
Menurutnya, anak yang sejak kecil terlalu sering menggunakan gawai, bermain gim, atau menonton konten audio visual berisiko mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif maupun sosial.
β€œAnak yang dari kecil terpapar terus dengan ini ya gadget, games dan sebagainya, itu audiovisual electronic devices itu, melalui mereka bisa mengalami keterlambatan perkembangan. Ada speech delay yang terjadi, ada gangguan penguasaan pengertian dan menunjukkan hiperaktivitas,” jelasnya.
Indria menambahkan, dalam beberapa kasus, gejala gangguan spektrum autisme terlihat lebih menonjol pada anak-anak yang mengalami paparan digital berlebihan, meskipun penyebab utama autisme tidak secara langsung disebabkan oleh penggunaan gawai.
β€œBahkan pada beberapa kasus itu, manifestasi dari autisme itu munculnya lebih kelihatan. Walaupun kalau kita bicara tentang autisme penyebabnya memang beda, bukan itu. Tapi kemudian manifestasi, keparahannya itu lebih kelihatan,” ucapnya.
Paparan digital yang terlalu dini dan tanpa pengawasan, menurutnya, dapat menghambat proses stimulasi alami yang seharusnya diperoleh anak melalui interaksi sosial langsung dan aktivitas motorik.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) tahun 2023, sekitar 81 persen anak usia 7–17 tahun di Indonesia sudah menggunakan telepon seluler, dan 75 persen di antaranya pernah mengakses internet. Bahkan, 48 persen anak usia di bawah 12 tahun sudah mengakses internet, termasuk anak-anak yang tidak bersekolah.
Trending Now