Konten Media Partner

PTM Masih Jadi Momok, Poltekkes Jogja Dorong Kolaborasi Lintas Negara-Disiplin

2 November 2025 19:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
PTM Masih Jadi Momok, Poltekkes Jogja Dorong Kolaborasi Lintas Negara-Disiplin
Pada 2021, Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menyebabkan 43 juta orang meninggal dunia. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Dr. Chen Seong Ting dari International Medical University (IMU) Malaysia memaparkan materinya kepada peserta konferensi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Foto: Dok. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Dr. Chen Seong Ting dari International Medical University (IMU) Malaysia memaparkan materinya kepada peserta konferensi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Foto: Dok. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Penyakit tidak menular (PTM) mencatatkan lebih dari 43 juta kematian pada tahun 2021, atau sekitar 75 persen dari total kematian nonpandemi di dunia, berdasarkan data yang dirilis World Health Organization (WHO) pada Kamis (25/9). Di tengah dominasi penyakit PTM seperti jantung, strok, diabetes, dan kanker dalam isu kesehatan global hari ini, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta menggelar konferensi internasional bertajuk “Healthy Choices, Healthy Future: Tackling NCDs Together”, Rabu (29/10).
"Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi dalam menanggulangi PTM yang kini masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global," papar Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Iswanto, dalam rilis resmi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dikutip Sabtu (1/11).
Konferensi menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, termasuk International Medical University (Malaysia), Applied Science Private University (Yordania), University of Glasgow (Inggris), hingga organisasi lingkungan Pure Earth Indonesia.
Kolaborasi Lintas Profesi Jadi Kunci Hadapi PTM
Melalui konferensi ini, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menekankan bahwa pengendalian PTM tidak bisa dipandang sebagai tugas satu profesi saja. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang melibatkan lintas profesi, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, farmasis, hingga praktisi kesehatan masyarakat untuk merespons tantangan PTM yang kian kompleks dan menyebar lintas wilayah.
Menurut Iswanto, sebagai implementasi dari hal ini, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan profesi, termasuk mahasiswa, yang diberikan akses gratis untuk bergabung dalam konferensi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka ruang partisipasi generasi muda dalam pengembangan solusi kesehatan masyarakat yang berbasis penelitian dan kolaborasi lintas disiplin.
Peserta konferensi internasional bertajuk “Healthy Choices, Healthy Future: Tackling NCDs Together” yang diselenggarakan, Rabu (29/10). Foto: Dok. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Konferensi yang digelar turut membahas peran pendidikan vokasi kesehatan dalam membangun tenaga kesehatan yang responsif terhadap isu PTM. Direktur Penyedia SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Anna Kurniawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya pilihan gaya hidup sehat (healthy choices) sebagai langkah awal pencegahan dan penciptaan masa depan yang berkelanjutan.
Dengan semakin besar beban PTM terhadap kesehatan masyarakat dan sistem kesehatan, kolaborasi lintas profesi dan lintas lembaga menjadi salah satu strategi kunci dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian. Melalui dialog lintas negara dan lintas disiplin dalam forum ini, Poltekkes Yogyakarta berharap terjalin jaringan pengetahuan dan praktik yang dapat memperkuat sistem kesehatan nasional dan global dalam menghadapi tantangan PTM.
Trending Now