Konten Media Partner

RS Jiwa Grhasia Sleman Tangani 6.776 Pasien pada 2025, Pria Capai 3.952 Orang

5 Januari 2026 18:55 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
RS Jiwa Grhasia Sleman Tangani 6.776 Pasien pada 2025, Pria Capai 3.952 Orang
Sepanjang 2025, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Sleman menangani 6.776 pasien dengan pasien laki-laki mencapai 3.952 orang. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Resti D
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Resti D
Sepanjang 2025, tercatat ada 6.776 pasien jiwa yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari jumlah tersebut, sebagian besar pasien merupakan laki-laki.
Direktur RS Grhasia, Akhmad Akhadi, dalam keterangan tertulisnya mencatat jumlah pasien laki-laki rawat inap maupun rawat jalan sebanyak 3.952. Sementara itu sisanya yakni 2.824 merupakan pasien rawat inap dan rawat jalan berjenis kelamin perempuan.
Ilustrasi kondisi pria dengan gangguan kesehatan mental/Canva
Secara umum, skizofrenia merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh para pasien, baik laki-laki maupun perempuan. 3 jenis penyakit dengan penderita terbanyak bahkan merupakan skizofrenia berbagai golongan.
β€œSkizofrenia ada banyak. Ada paranoid, terinci, tidak teridentifikasi. Paling banyak ini skizofrenia tidak terinci,” kata Akhadi kepada awak media di RS Grhasia, Senin ( 5/1).
Akhadi mengatakan pasien RS Grhasia tidak hanya berasal dari DIY. Pihaknya mencatat ada pasien dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ilustrasi game online/Canva
β€œRS kita kan di DIY, yang mengakses sebagian besar DIY. Tapi kita coverage areanya seperti Cilacap, Pacitan. Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan,” kata Akhadi.
Adapun dari segi usia, pasien yang menjalani perawatan di RS Grhasia bervariasi, dari anak-anak, usia produktif, hingga usia lebih dari 50 tahun.
Pada kasus gangguan jiwa yang diderita kalangan di bawah 19 tahun, Akhadi mengatakan sebagian besar berupa gangguan ADHD, gangguan wicara, hingga gangguan karena kecanduan gadget.
β€œDi kita bukan (gangguan karena) pinjol, tapi game online,” ujarnya.
Trending Now