Konten Media Partner

Saat Chef Michelin Asal Prancis Terpana oleh Apem & Jadah Bakar di Pasar Ngasem

8 Oktober 2025 16:23 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Saat Chef Michelin Asal Prancis Terpana oleh Apem & Jadah Bakar di Pasar Ngasem
Andrée Rosier, Chef Michelin Star Prancis Kunjungi Pasar Beringharjo dan Ngasem kagum melihat proses pembuatan makanan tradisional. #pandanganjogja #publisherstory
Pandangan Jogja
Chef Steve Tanudharma dan Chef Sky Lee memperhatikan Chef Andrée Rosier yang sedang membalik kue apem dalam panggangan. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Chef Steve Tanudharma dan Chef Sky Lee memperhatikan Chef Andrée Rosier yang sedang membalik kue apem dalam panggangan. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Aroma bawang merah dan serai menyambut langkah Chef Andrée Rosier saat memasuki lorong sempit Pasar Beringharjo. Chef peraih satu bintang Michelin asal Prancis itu mencium aroma beberapa rempah yang ia temui. Bagi Andree Rosier, ini adalah pengalaman pertamanya mengunjungi Indonesia, dan Yogyakarta.
“Saya suka sekali dengan Pasar Beringharjo, karena suka dengan aroma dari spice-nya,” ungkap Andrée Rosier, pada Senin (6/10).
Hari itu, Senin (6/10), Yogyakarta menjadi ruang temu dua dunia: memadukan cita rasa Prancis dan keramahtamahan Yogyakarta, dalam rangkaian Le Goût de France – Cita Rasa Prancis 2025 yang digelar Institut Français Indonesia (IFI).
Chef Rosier memulai kegiatannya bukan di dapur hotel berbintang, melainkan di pasar rakyat. Ia menyusuri Pasar Beringharjo dan Pasar Ngasem, ​​Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah aneka jenis jeruk dengan warna, bentuk, dan aroma yang unik, memberinya inspirasi untuk menghadirkan elemen tersebut ke dalam kisah ekspolarasi hidangannya.
Terpana oleh Rasa dan Cerita
Chef Andrée Rosier sedang mencoba proses memasak Jadah
Di Pasar Ngasem, langkahnya terhenti di depan tungku tanah liat. Di atasnya, seorang penjual membalik adonan apem dengan tangan terlatih. Rosier mendekat, menunduk, lalu mencoba membalik satu.
Menurut Christoporus Yulianto, Corporate General Manager Hotel Tentrem Group, momen itu bukan sekadar kunjungan seremonial.
“Kami gunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan apa yang ada di Yogyakarta secara khusus,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rosier benar-benar terpukau melihat proses sederhana namun kaya makna di pasar-pasar Jogja.
“Chef Michelin itu sangat terpana melihat apem, melihat bakpia dibuat, dan jadah dibakar,” katanya.
Dari Pasar ke Meja Fine Dining
Michelin Star Dinner bertajuk “Three Colors, One Table”, Senin (6/10), di Hotel Tentrem Yogyakarta. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Le Goût de France - Cita Rasa Prancis 2025 oleh Institut Français Indonesia (IFI). Foto:Arif Ut/Pandangan Jogja
Usai dari pasar, Rosier bergabung dengan dua chef Indonesia, Steve Tanudharma dan Sky Lee dalam Michelin Star Dinner bertajuk Three Colors, One Table di Hotel Tentrem Yogyakarta. Kolaborasi ini mempertemukan karakter kuliner: Prancis dan Nusantara.
Menu disajikan dalam delapan tahap. Menu utama dari Chef Andrée Rosier Filet de Bœuf daging sapi dengan saus lada hitam dan acar biji-bijian. Sementara Chef Sky Lee memperkenalkan Chinese Steamed Grouper Fish dengan saus Nyonya. Penutup diakhiri dengan Petit Four oleh chef Steve Tanudharma berisi makanan khas Indonesia seperti Dawet Ayu Panna Cotta, Chocolate Pisang Goreng Bite, Gabin Tape, dan Wedang Jahe Macaron. Paduan menu yang disajikan berasal dari tiga budaya berbeda yang saling melengkapi, sejalan dengan tema acara “Three Colors, One Table.”
Diplomasi Rasa
Petit Four, menu penutup dari Chef Steve Tanudharma. Foto: Gracetika JP/Pandangan Jogja
Bagi Rosier, kota ini meninggalkan kesan yang dalam.
“Ini adalah sebuah kota yang indah, dengan orang-orang yang indah, tempat-tempat yang indah, jalan-jalan yang indah di sini, pasar juga, banyak produk-produk,” ujarnya.
H.E. Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan kebudayaan Indonesia–Prancis, serta akan terus dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi serupa di masa mendatang.
Melalui kolaborasi lintas budaya ini, Hotel Tentrem Yogyakarta menunjukkan perannya dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang menjembatani tradisi lokal dan standar internasional, serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi dengan potensi gastronomi yang terus berkembang.
Trending Now