Konten Media Partner
Saat Pantun untuk Kapolda Bergema di Dialog Pemuka Agama Kristen-Katolik se-DIY
22 November 2025 18:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Saat Pantun untuk Kapolda Bergema di Dialog Pemuka Agama Kristen-Katolik se-DIY
Sekitar 150 pemuka agama Kristen dan Katolik dari seluruh DIY menghadiri dialog kamtibmas bersama jajaran Polda DIY di Gereja GRII Bener, Yogya, Jumat (21/11). #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Sekitar seratus lima puluh pemuka agama Kristen dan Katolik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri dialog kamtibmas bersama jajaran Polda DIY di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Bener, Yogyakarta, Jumat (21/11). Acara berlangsung pukul 16.30–19.30 WIB dan dipimpin Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko, yang hadir mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono.
Ketua Panitia, Joko Pamungkas, mengatakan forum ini sejak awal dirancang sebagai kesempatan berkenalan langsung dengan Kapolda baru. Namun Anggoro harus mendampingi Kapolri dalam agenda mendadak. “Beliau sangat antusias dengan acara ini, tetapi tugas negara tentu prioritas,” kata Joko.
Meski Kapolda tidak hadir, seluruh rangkaian acara tetap dilaksanakan sebagaimana rencana semula—termasuk pantun sambutan yang memang dipersiapkan untuk menyambut Irjen Pol Anggoro. Joko tetap melantunkan pantun itu di hadapan seluruh peserta yang memenuhi ruang ibadah GRII.
Pantun tersebut berbunyi:
Embun pagi jatuh di halaman GRII perlahan,
Menyapa bumi dengan teduh penuh kesejukan;
Kapolda Anggoro hadir memperkuat kebersamaan,
Dengan para pemuka agama menjaga rukun dan keamanan.
Pantun itu disambut tepuk tangan panjang. Beberapa peserta menilai momen tersebut terasa sayang apabila tidak disaksikan langsung oleh Kapolda. Joko pun menambahkan dengan nada hangat, “Semoga di pertemuan berikutnya Bapak Kapolda bisa hadir sendiri, karena forum seperti ini penting bagi kita semua.”
Hadir pula pemuka gereja dari seluruh wilayah DIY, termasuk yang menempuh perjalanan jauh dari pelosok Gunung Kidul, dataran tinggi Kulon Progo, hingga bagian tepi Sleman.
Ketua Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen DIY (BKSADK DIY), Pendeta Agus Haryanto, menegaskan bahwa kehadiran lintas denominasi dari berbagai penjuru DIY menunjukkan keseriusan gereja dalam menjaga keamanan dan persaudaraan sosial. “Jogja itu barometer Indonesia. Kalau di sini teduh, daerah lain ikut merasakan,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa para pemuka gereja mendapatkan pembaruan penting terkait situasi kamtibmas DIY, persiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta penguatan peran pemuka agama sebagai mediator sosial dan penjaga moral publik di tengah dinamika masyarakat yang cepat berubah.
Di forum tersebut, Dirbinmas Polda DIY Tri Panungko juga memberikan penekanan khusus bahwa keamanan Yogyakarta adalah “investasi” penting bagi masyarakat, pariwisata, ekonomi lokal, hingga stabilitas sosial. Ia meminta para pemuka gereja dan jemaat untuk bersama-sama menjaga ketertiban menjelang perayaan akhir tahun. “Kalau lingkungan aman, itu akan menyebar ke seluruh DIY,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama lintas denominasi serta ajakan memperkuat komunikasi gereja–kepolisian. Seluruh peserta sepakat untuk terus berkolaborasi menjaga Yogyakarta tetap rukun, teduh, dan aman dalam menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang.
