Konten Media Partner
Sampah Sisa Makanan di Kota Yogya Capai 50 Ton per Hari
7 Oktober 2025 14:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Sampah Sisa Makanan di Kota Yogya Capai 50 Ton per Hari
Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa Kota Yogyakarta menghasilkan sampah sisa makanan hingga 50 ton tiap hari. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa warga Kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 50 ton sisa makanan setiap hari. Sampah sisa makanan ini perlu penanganan khusus, karena dalam sehari saja akan menimbulkan bau tak sedap jika tidak segera ditangani.
“Karena orang Jogja ini kalau makan, sisa makanan sehari 50 ton. Makanya kamu kalau makan, ya dihabiskan. Makanya kita itu kampanye ‘habiskan makan, habiskan makan’. Sehari 50 ton lho,” ujar Hasto saat dihubungi Pandangan Jogja, Minggu (6/10).
Dari total tersebut, baru sekitar 10 ton sisa makanan yang berhasil dicegah masuk ke depo sampah, melalui upaya pemilahan di hulu oleh para penggerobak yang telah dibekali ember khusus.
“Sisa makanan itu ada 415 ember, dengan masing-masing ember isinya 25 kilo. Jadi ada 10 ton sisa nasi, sisa sayur, yang kemarin kita amankan dua hari yang lalu,” jelasnya.
Hasto menuturkan, tantangan utama bukan hanya mengosongkan depo, melainkan mengubah perilaku masyarakat agar tidak terus mengirimkan sisa makanan ke tempat pembuangan.
“Yang sulit itu mencegah biar deponya tidak isi. Makanya minggu-minggu ini kita terus gerilya ke masyarakat, supaya yang tidak perlu dibawa ke depo, tidak dibawa ke depo,” katanya.
Ia menargetkan jumlah sisa makanan yang dapat dicegah dibuang ke depo mencapai 50 ton per hari hingga akhir tahun. Menurut Hasto, perilaku masyarakat menjadi kunci utama pengendalian sampah, karena meski depo telah dikosongkan, volume sampah kembali meningkat.
“Depo ini kan waktu itu bulan Mei sudah selesai juga. Tapi karena perilaku di masyarakat belum berubah, kan isi lagi. Nah sekarang ini harus lebih, yang di masyarakat diubah perilakunya, yang di depo dibersihkan,” katanya.
Mantan Bupati Kulon Progo itu menambahkan, Pemkot Yogyakarta kini fokus mengosongkan depo dan mengurangi penumpukan sisa makanan dari sumbernya.
“Kalau sampah di depo itu, kan kita sekarang ini ngebut sedikit dengan 3 ribu ton. Kita lihat 3 ribu ton ini mudah-mudahan bisa menghabiskan semua itu,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Pemkot Yogyakarta masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di lahan seluas 5,8 hektare milik Pemda DIY.
“Kalau itu kan tergantung dari pusat, nanti kita nunggu dari pusat,” kata Hasto.
Ia menambahkan, Yogyakarta bersama Sleman dan Bantul akan masuk dalam rencana assessment Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Danantara untuk mengelola sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik bagi PLN.
“Saya kemarin rapat dengan Pak Gubernur dan kementerian seminggu yang lalu. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Danantara akan melakukan assessment, dan Jogja termasuk yang dipertimbangkan untuk pengolahan seribu ton sampah per hari agar bisa dikonversi menjadi listrik PLN,” jelasnya.
