Konten Media Partner
Tiap Hari Selalu Ada Gudeg Gratis untuk Sahur di Masjid Tertua Jogja
21 Maret 2024 15:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Tiap Hari Selalu Ada Gudeg Gratis untuk Sahur di Masjid Tertua Jogja
Masjid Gedhe Mataram Kotagede, masjid tertua di Jogja, selalu sediakan menu sahur gratis tiap hari, dan gudeg jadi menu tetap setiap sahur. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

Tak hanya takjil gratis untuk berbuka puasa, Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Jogja, juga selalu menyediakan santap sahur gratis setiap hari selama Bulan Ramadan.
Masjid ini adalah masjid tertua di Jogja yang sudah ada sejak masa Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam. Artinya, masjid ini jauh lebih tua dibandingkan dengan Kasultanan Yogyakarta.
Gudeg menjadi menu khusus yang tak pernah tergantikan setiap sahur di Masjid Gedhe Mataram selama sebulan penuh.
βUntuk menu khusus, di sini adanya pas pagi (saat sahur). Di sini ada gudeg. Jadi, sebulan penuh ini alhamdulillah gudeg full,β kata Pengurus Harian Sekretariat Masjid Gedhe Mataram, Riyadi, saat ditemui Pandangan Jogja, Rabu (20/3).
Sebenarnya ada menu lain yang bergantung pada sumbangan masyarakat. Tapi gudeg tetap selalu ada setiap hari dan jadi menu yang paling pertama habis. Setiap hari, menu sahur yang disediakan berkisar antara 50 sampai 100 porsi.
Masjid Gedhe Mataram juga menyediakan menu malam bagi jemaah yang melakukan i'tikaf dan salat malam di sana. Riyadi bilang, setiap malam banyak warga dari luar Kotagede yang melakukan i'tikaf di masjid tersebut selama Ramadan.
βKalau kebanyakan yang datang ke sini umum, dari mana-mana, wisatawan. Daya tariknya karena faktor sejarah dan kebudayaan. Oleh karena (masjid) tertua, orang datang ke sini untuk mengingat ini sebagai masjid pertama,β ucap Riyadi.
Masjid ini memang jadi salah satu masjid paling bersejarah di Jogja. Bukan cuma karena jadi masjid tertua, masjid yang sudah ada sejak 1589 ini juga menjadi tempat bersemayam beberapa tokoh penting Mataram Islam, seperti Sultan Agung dan Ki Ageng Pemanahan, ayah Panembahan Senopati.
βDulu Sultan Agung kan rumahnya di sini, dan meninggal di sini. (Beliau) minta dimakamkan di kediamannya,β ujar Riyadi.
