Konten Media Partner
Tim Medis Darurat Muhammadiyah Jadi yang Pertama Diakui WHO di Indonesia
20 Oktober 2025 16:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Tim Medis Darurat Muhammadiyah Jadi yang Pertama Diakui WHO di Indonesia
Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah resmi mendapat pengakuan dari WHO, sekaligus menjadi tim medis darurat pertama di Indonesia yang berstandar internasional. #publisherstory #pandanganjogja Pandangan Jogja

Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah resmi mencatat sejarah sebagai tim medis darurat pertama di Indonesia yang memperoleh verifikasi internasional dari World Health Organization (WHO).
Penetapan ini disampaikan dalam acara penyerahan Confirmation Letter EMT Global Classification oleh EMT Secretariat WHO HQ, Roy Anthony Cosico, di Aula Masjid KH Sudja’, PKU Muhammadiyah Gamping, Minggu (19/10).
Dr Tamara Curtin Niemi, Team Leader Health Emergency WHO Indonesia, memberi apresiasi atas capaian ini.
“WHO turut menyampaikan selamat kepada EMT Muhammadiyah atas pencapaian luar biasa ini sebagai tim medis darurat terverifikasi pertama di Indonesia. Tim ke-18 di kawasan Western Pacific dan urutan ke-63 di dunia,” ujar Tamara dikutip dari siaran pers resmi Muhammadiyah, Minggu (19/10).
Ia menambahkan, pengakuan ini merupakan hasil dedikasi dan kerja sama panjang berbagai pihak, termasuk dukungan teknis dari Robert Koch Institute (RKI), I.S.A.R. Germany, hingga Australian Medical Assistance Team (AUSMAT).
“Ini bukan akhir, tetapi permulaan. Kami menantikan kontribusi EMT Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons darurat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” tambahnya.
Ketua Bidang EMT Muhammadiyah MDMC, dr Corona Rintawan, menyebut proses verifikasi dimulai sejak penilaian awal pada Juli 2024. Dari sana, WHO memberikan daftar rekomendasi dan kekurangan yang harus dipenuhi.
“Setelah bulan Juli muncul rekomendasi dan kekurangan yang harus kami lengkapi. Setelah hampir tiga bulan melakukan perbaikan, diputuskan bahwa kami layak maju ke tahap verifikasi, dan tanggalnya adalah 18–19 Oktober,” ungkap dr Corona saat ditemui Pandangan Jogja, Senin (20/10).
Tahap verifikasi final berlangsung selama dua hari, mencakup presentasi, pemeriksaan dokumen, dan observasi lapangan.
“Selama dua hari ada presentasi, pemeriksaan dokumen, kemudian keliling lapangan melihat lokasi. Alhamdulillah, akhirnya kami diputuskan layak terverifikasi EMT. Ini yang pertama di Indonesia, ke-63 di dunia, dan ke-18 di Regional Pasifik Barat,” tegasnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan bahwa capaian ini menjadi bagian dari komitmen internasionalisasi Muhammadiyah dalam periode 2022–2027.
“Sertifikasi ini mencakup komitmen, mindset dan motivasi, serta keterampilan teknis. Ketiganya menjadi fondasi utama agar EMT Muhammadiyah terus berkembang dan memberi manfaat bagi kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Ketua PP Muhammadiyah lainnya, dr Agus Taufiqurrahman, menekankan posisi strategis Muhammadiyah di panggung global.
“Muhammadiyah kini secara resmi memiliki medical team yang terverifikasi WHO untuk pertama kalinya di Indonesia. Ini memperkuat kiprah Muhammadiyah dalam peran-peran internasional,” katanya.
Dengan status ini, EMT Muhammadiyah tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menandai kesiapan Indonesia untuk hadir dalam sistem respons kemanusiaan dunia. EMT Muhammadiyah berkomitmen melanjutkan dedikasi dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan, baik di dalam negeri maupun lintas negara.
