Konten dari Pengguna

Lele Putih Sendang Seliran: Penjaga Sunyi di Jantung Makam Raja-raja Mataram

Cornelyta Dwina
Mahasiswi semester 6 di Prgram Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta
25 Mei 2025 15:12 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Lele Putih Sendang Seliran: Penjaga Sunyi di Jantung Makam Raja-raja Mataram
Lele putih yang menghuni dan menjaga Sendang Seliran di kompleks Makam Raja-raja Mataram Kotagede dipercaya sebagai siluman berwujud manusia pada zaman Panembahan Senopati.
Cornelyta Dwina
Tulisan dari Cornelyta Dwina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lele putih di Sendang Seliran Penjaga Makam Raja-raja Mataram Kotagede, sumber: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Lele putih di Sendang Seliran Penjaga Makam Raja-raja Mataram Kotagede, sumber: dokumentasi pribadi
Di balik tembok tua dan rindang pohon beringin di kompleks Makam Raja-raja Mataram Kotagede Yogyakarta, tersimpan sebuah kisah yang tak banyak diketahui pengunjung awam, tentang seekor lele putih yang menghuni Sendang Seliran. Sendang ini terletak tak jauh dari bangunan utama makam, diapit bebatuan berlumut dan aroma dupa yang menyatu dengan semilir angin sore. Lele putih itu bukan sembarang ikan, dipercaya sebagai penjaga spiritual yang hadir sejak zaman Panembahan Senopati, pendiri Kesultanan Mataram. Konon, hanya mereka yang hatinya bersih dan niatnya tulus yang bisa melihat wujudnya secara jelas.
Lokasi Sendang Seliran di dalam Makam Raja-raja Mataram Kotagede, sumber: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Sendang Seliran di dalam Makam Raja-raja Mataram Kotagede, sumber: dokumentasi pribadi
"Lele putih itu bukan lele biasa, ya bisa dikatakan siluman pada zaman Raja Mataram" ujar Pak Heru, seorang abdi dalem sepuh yang telah mengabdi di kawasan makam lebih dari tiga dekade. Dengan mengenakan surjan dan blangkon, ia bercerita sambil menatap tenang ke arah sendang. "Dulu, Panembahan Senopati sering bertapa di sini. Setelah beliau wafat, muncul lele putih itu. Banyak yang percaya, itu jelmaan penjaga atau bahkan petunjuk gaib. Kami para abdi dalem dipesan untuk tidak sembarangan bicara soal itu." Cerita dari Pak Heru tak hanya menambah nuansa mistis, tetapi juga membalut aura keramat kawasan itu dengan kedalaman sejarah dan kepercayaan.
Tak sedikit pengunjung yang penasaran dan mencoba melihat langsung lele putih tersebut. Salah satunya adalah Galuh (22), seorang wisatawan dari Bali yang datang karena mendengar cerita dari media sosial. "Aku sempat duduk diam selama hampir setengah jam, dan tiba-tiba melihat bayangan putih mengambang pelan di air sendang. Nggak tahu halusinasi atau nyata, tapi rasanya adem banget," ucapnya sambil tersenyum kecil. Pengalaman-pengalaman seperti itu semakin memperkaya dimensi wisata spiritual Kotagede yang selama ini terselip di antara sejarah dan legenda.
Keberadaan lele putih ini tak hanya menjadi mitos, tetapi juga simbol kontemplasi bagi para peziarah. Dalam budaya Jawa, makna simbolik hewan putih kerap dikaitkan dengan kesucian, perlindungan, dan pertanda dari alam gaib. Maka tak heran jika sendang itu sering dijadikan tempat meditasi diam-diam oleh para pencari spiritual maupun para peziarah dari berbagai daerah. Pada waktu-waktu tertentu, terutama malam Jumat Kliwon, suasana di sekitar sendang terasa berbeda lebih sunyi, namun seakan dipenuhi energi yang sulit dijelaskan.
Foto bersama abdi dalem Makam Raja-raja Mataram bernama Pak Heru, sumber: dokumentasi pribadi

Lele putih di Sendang Seliran adalah contoh nyata bagaimana warisan spiritual Jawa tak pernah mati, hanya berganti wajah dari generasi ke generasi. Lela putih menjadi cerita yang terus hidup, berbisik lembut di sela nyanyian angin dan denting waktu. Apakah ia nyata atau hanya ilusi yang dilahirkan dari keyakinan kolektif? Mungkin jawabannya ada dalam benak tiap orang yang datang, dengan hati terbuka dan niat yang lurus. Seperti kata Pak Heru, β€œKalau kita percaya, dia akan menyapa. Tapi jangan paksa. Dia bukan tontonan, tapi titipan.”

Trending Now