Konten dari Pengguna

Akrab dengan Kematian

Quran Buddy Indonesia

Quran Buddy Indonesia

Your Buddy for Exploring the Miracle of Quran

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Quran Buddy Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pohon yang mati. Dok: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pohon yang mati. Dok: Pixabay.

Angka kematian akibat Corona terus meningkat di Indonesia. Sementara vaksin belum ditemukan, belum ada yang menjamin seseorang bisa terlepas dari ancamannya. Mau tak mau kian hari kita semakin akrab dengan kematian.

Dengan seringnya kita mendengar kabar duka, jangan sampai empati kita hilang, disiplin kendor sehingga berbuat semaunya tanpa mementingkan keselamatan bersama.

Selain itu, dengan ujian yang seperti ini sudahkah hati kita semakin khusyuk untuk beribadah kepadaNya? Sudah tumbuhkah kesadaran kita untuk bersegera meraih ampunan Allah terutama di Ramadhan kali ini yang akan segera berakhir?

Salah satu kontributor Quran Buddy, Yusiyah Mujtahidah, melalui bacaan Murottal Q.S Al-Mulk ayat 28-30 ingin mengingatkan kita untuk bersegera bertaubat sebelum ajal menjemput.

instagram embed

Sebab, apabila tak sempat lagi bertaubat karena Izrail lebih awal menjemput, tidak akan bermanfaat lagi taubat yang kita mohonkan itu.

"Yang dapat melindungi kita dari siksa yang pedih adalah dengan bertaubat dan kembali pada agama Allah yang benar. Namun ketika azab tersebut sudah menghampiri kita di hari kiamat kelak, tentu saja taubat dan lainnya tidaklah manfaat," ujar Yusriah.

Berdasarkan penjelasan Ibnu Katsir, ada beberapa syarat taubat yang mesti dipenuhi oleh seseorang adalah:

  1. Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.

  2. Menyesali dosa yang telah dilakukan dahulu sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Malik bin Dinar, β€œMenangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.” β€˜Umar, β€˜Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa taubat adalah dengan menyesal.

  3. Tidak terus menerus dalam berbuat dosa saat ini. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf.

  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa akan datang karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat. Hal ini sebagaimana tafsiran sebagian ulama yang menafsirkan taubat adalah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

  5. Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang diberikan hidayah bertaubat sebelum datangnya ajal.

---

Sumber: Melebur Dosa dengan Taubat yang Tulus

---

Yuk like, follow dan share akun ini jika kamu ingin belajar dan mendalami Al-Quran bersama Quran Buddy. Kamu juga bisa loh mengikuti @quranbuddy.id di Instagram.

Trending Now