Konten dari Pengguna
Pandemi COVID-19 dan Peluang Pemulihan Ekonomi Usai Dampaknya
13 November 2021 18:40 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Pandemi COVID-19 dan Peluang Pemulihan Ekonomi Usai Dampaknya
Alangka baiknya jika permasalahan COVID-19 ini dihadapi dengan gotong-royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termaksud para pengusaha atau pelaku usaha, masyarakat dan juga pemerintahan.Rahmawati
Tulisan dari Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah tidak asing lagi jika kita mendengar kata Covid-19. Awal mula berasal dari kota bernama Wuhan tepatnya di Tiongkok, hingga menyebar ke berbagai belahan negara di dunia dan Indonesia termasuk di dalamnya. Hal ini menyebabkan timbulnya penyakit bernama Coronavirus Disease 2019 atau yang biasa kita dengar sebagai Covid-19.
Tidak hanya berdampak merugikan dari sisi kesehatannya saja. Bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pernah mengatakan bahwa โVirus Covid-19 ini sangat berdampak pada sisi perekonomian di Indonesia.โ
Dalam perekonomian di Indonesia bukan hanya kegiatan produksi saja yang aktivitasnya terganggu, tetapi beberapa di antaranya juga merasakan dampaknya seperti: terhambatnya proses investasi, terhambatnya proses ekspor dan impor barang, beberapa barang menjadi langka sehingga menyebabkan kenaikan harga, kunjungan pariwisata menurun, gagalnya keberangkatan haji atau umrah warga negara Indonesia, dan sebagainya. Sehingga hal-hal tersebut merusak tatanan ekonomi di Indonesia.
Kita berada di mana kondisi pandemi ini memaksa seluruh negara termasuk Indonesia di dalamnya untuk melakukan reset terhadap ekonominya. Kemudian, juga melakukan peninjauan pada kebijakan ekonomi. Terlebih untuk perencanaan yang sebelumnya telah disusun harus diubah dan dievaluasi kembali karena terdampak pandemi.
Hal itu sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Ridha Wirakusumah, selaku CEO dari Indonesia Investment Authority (INA) ia mengatakan bahwa โPandemi yang sedang berlangsung ini telah mengekspos kelemahan-kelemahan Indonesia, sehingga bisa menjadi kesempatan bagi negara untuk dapat memperbaiki akar-akar masalah dan juga dapat memperkuat tatanan area dengan lebih terfokuskan pada kemampuan SDM, bidang digital economy, bidang infrastruktur kesehatan, bidang digital infrastructure, dan sustainability.โ
Lalu Bagaimana ekonomi jika pandemi ini berakhir?
Saat ini banyak sekali akademisi dari berbagai disiplin ilmu yang telah memperbincangkan tentang bagaimana kehidupan kita nanti pasca pandemi Covid-19 berakhir. Pada dasarnya pandemi ini baik secara alamiah maupun dengan upaya maksimal dari manusia saat ini hampir bisa dipastikan akan berakhir suatu saat nanti, yang menjadi permasalahannya ialah kapan dan bagaimana cara mengakhirinya. Itu yang terus menjadi pemikiran kita selama ini, mencari jalan terbaik untuk mengakhiri pandemi Covid-19.
Sampai sekarang bukan hanya permasalahan Covid-19 yang dihadapi Indonesia, tetapi juga permasalahan ekonomi. Alangkah baiknya jika permasalahan ini kita hadapi dengan prinsip gotong-royongan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk melibatkan para pelaku usaha, masyarakat dan juga pemerintah. Mulai dari pembuatan beberapa program kreatif, mendisiplinkan kegiatan vaksinasi hingga aktivitas ekonomi nasional, termasuk membantu para pelaku usaha mikro dan UMKM untuk tetap tangguh menghadapinya guna melawan pandemi dan juga memulihkan sector ekonomi secara bersamaan.
Mengutip dari apa yang pernah dikatakan oleh Arsjad Rasjid selaku ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang mengatakan bahwa โTerdapat beberapa cara untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama dengan mempercepat mengambil industri 4.0. Kedua dengan mendorong kemajuan technology digital untuk meningkatkan sector pertanian. Ketiga memperkenalkan technology modern kepada pelaku usaha mikro dan UMKM. Keempat dengan memfokuskan kegiatan pelatihan untuk kebutuhan di masa depan guna membangun rantai pasokan dan kekuatan logistik dan melaksanakannya secara konsisten. โ
Meningkatkan usaha kecil mikro menengah (UMKM) bukan hanya berdampak pada pemulihan ekonomi saja, tetapi juga dapat sebagai penyumbang tenaga kerja yang besar sehingga mampu menjadi jaring pengaman untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Hal itu diperkuat oleh pernyataan Joko Widodo yang mengatakan bahwa โUMKM bukan hanya menjadi jaringan pengaman untuk masyarakat berpenghasilan rendah saja, tetapi juga bisa menjadi mesin penyerap tenaga kerja yang besar.โ
Potensi UMKM di Indonesia sangat besar, tetapi juga masih membutuhkan dukungan yang kuat dari pihak masyarakat maupun pemerintah. Sehingga diharapkan pemerintah dan masyarakat lebih meningkatkan perhatian pada kegiatan UMKM. Seperti dalam program pelatihan dan memajukan Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

