Konten dari Pengguna
QRIS: Inovasi Bank Indonesia yang Mengakar Lokal dan Menggetarkan Global
27 Mei 2025 15:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
QRIS: Inovasi Bank Indonesia yang Mengakar Lokal dan Menggetarkan Global
Tulisan ini membahas bagaimana QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), inovasi Bank Indonesia, menjadi kunci transformasi ekonomi digital Indonesia.Raihan Muhammad
Tulisan dari Raihan Muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia sedang berubah. Cara kita bekerja, belajar, bahkan berbelanja, semua makin terdigitalisasi. Di tengah gelombang besar itu, siapa sangka, sebuah kode kecil berbentuk kotak-kotak hitam putihâyang kita kenal sebagai QRIS (dibaca: kris)âpelan-pelan merevolusi cara bangsa ini berdagang dan bermimpi.
QRIS, alias Quick Response Code Indonesian Standard, lahir dari inisiasi Bank Indonesia sebagai standar pembayaran digital nasional. Diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS sejatinya bukan sekadar soal efisiensi transaksi, tetapi tentang inklusi. QRIS membawa mulai dari pedagang kecil, warung kopi, tukang bubur, hingga UMKM di pelosok desa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digitalâdengan satu sentuhan, satu kode.
Kini, lebih dari 56 juta pengguna telah memakai QRIS. Mulai dari pasar tradisional di Semarang hingga kafe kekinian di Makassar, dari parkir jalanan di Jakarta hingga toko oleh-oleh di Bali. Semua bisa terhubung dalam satu sistem. Namun, yang lebih mencengangkan: QRIS tidak berhenti di dalam negeri.
Dari Nasional ke Internasional: QRIS Menembus Batas Negara
Thailand, Malaysia, dan Singapura sudah mulai menggunakan QRIS dalam transaksi lintas negara. Di Jepang dan Tiongkok pun QRIS dikabarkan akan âmendaratâ pada 17 Agustus 2025. Apa artinya? Artinya, produk-produk lokal kitaâyang dulu hanya dijual di pasar atau pameran UMKMâkini punya akses nyata ke dompet konsumen internasional. Tanpa perlu konversi dolar, tanpa ribet pakai kartu kredit asing.
Dari gambar di atas, terlihat jelas bagaimana QRIS berkembang dari sistem pembayaran domestik menjadi jembatan transaksi lintas negara. Sejak peluncurannya di Indonesia pada 17 Agustus 2019, QRIS terus memperluas cakupannyaâdimulai dari Thailand pada 29 Agustus 2022, disusul Malaysia pada 8 Mei 2023, dan Singapura pada 17 November 2023. Rencana integrasi dengan Jepang dan Tiongkok pada 17 Agustus 2025 menjadi tonggak penting yang tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis bagi posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital Asia.
QRIS cross-border memberikan kemudahan nyata bagi wisatawan. Warga Indonesia yang berkunjung ke negara mitra, seperti Thailand atau Jepang takperlu lagi repot menukar uang tunai atau mengandalkan kartu internasional. Cukup pindai kode QR, bayar dengan saldo di dompet digital lokal, dan transaksi pun selesai. Di sisi lain, merchant di Indonesia juga semakin terbuka untuk menerima pembayaran dari turis asingâmembuka peluang baru bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata.
Ekspansi ini mencerminkan visi Bank Indonesia untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap dinamika global. QRIS bukan lagi sekadar teknologi, melainkan simbol dari kesiapan Indonesia menempatkan diri sebagai pemain aktif dalam ekosistem ekonomi digital kawasan. Pun, semua ini dimungkinkan berkat sinergi antara kebijakan yang progresif dan masyarakat yang semakin cerdas secara digitalâsmart citizen yang menjadi kunci masa depan inklusi keuangan di negeri ini.
Meski mendapat sorotan dari negaraâseperti Amerika Serikatâyang menganggap QRIS dan GPN membatasi ruang bagi perusahaan asing, justru dari situ kita belajar bahwa ketika sistem lokal mulai diperhitungkan, artinya kita sedang melangkah maju. Namun, teknologi hanyalah alatâyang menghidupkan QRIS adalah masyarakat itu sendiri: anak muda yang membayar kopi dengan percaya diri, ibu-ibu yang menjual kue lewat e-wallet, pedagang pasar yang tak lagi repot mencari uang receh.
Mereka bukan sekadar pengguna, melainkan simbol dari generasi baru: smart citizenâmasyarakat yang melek ekonomi, lincah menghadapi perubahan, dan siap bersaing di dunia digital. QRIS bukan hanya soal inovasi keuangan, tetapi gerakan senyap yang sedang mengubah wajah ekonomi Indonesia dari bawah, dari rakyat, menuju satu cita-cita besar: Indonesia yang berdiri di panggung dunia karena kecerdasan dan ketangguhan bangsanya.
Melek Ekonomi, Mandiri Digital: Smart Citizen di Garis Depan Perubahan
Transformasi digital yang dipimpin oleh Bank Indonesia melalui QRIS sejatinya bukan hanya soal memodernisasi alat pembayaran. Lebih dari itu, ini tentang membentuk masyarakat yang cakap dan berdaya di tengah arus perubahan. Ketika masyarakat diajak untuk mengakses layanan keuangan digital, memahami manfaat transaksi nontunai, serta mampu menggunakan dompet digital secara aman dan bertanggung jawabâmaka yang sedang dibentuk adalah smart citizen: warga negara yang tak hanya cerdas teknologi, tetapi juga sadar ekonomi dan melek literasi keuangan.
Smart citizen sejatinya merupakan ujung tombak dari sistem ekonomi yang adaptif dan berkeadilan. Dalam hal QRIS, mereka bukan lagi sekadar konsumen, melainkan juga produsen, pengelola usaha, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing. Ibu rumah tangga yang menerima pembayaran via QRIS untuk jualan kue, pedagang pasar yang mengatur stok dan transaksi lewat aplikasi, hingga pemuda desa yang memasarkan produknya ke luar negeri melalui platform digitalâsemua menjadi contoh bagaimana QRIS mengakselerasi kemandirian digital dari bawah. Mereka tidak menunggu perubahan, tetapi aktif menjadi bagian darinya.
Peran smart citizen makin krusial ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ketika masyarakat mampu mengelola keuangan secara mandiri, bertransaksi dengan aman, dan menghubungkan produk lokal ke pasar yang lebih luas, maka daya tahan ekonomi nasional pun menguat dari akar. Di sinilah QRIS menjadi lebih dari sekadar sistem pembayaran, melainkan adalah sarana pemberdayaan. Karena sejatinya, masa depan ekonomi digital Indonesia tak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianyaârakyat yang cakap, adaptif, dan tidak tertinggal oleh zaman.
Menjadi Bangsa yang Siap Menyambut Masa Depan
QRIS sejatinya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif, efisien, dan berdaulat. Inovasi yang digagas oleh Bank Indonesia ini membuktikan bahwa kemajuan tidak harus selalu lahir dari pusat-pusat kekuatan global. QRIS bisa tumbuh dari dalam negeri, dari kebutuhan rakyat, dan dari semangat kolektif untuk berubah. Ketika teknologi menyatu dengan budaya dan kebutuhan masyarakat, maka lahirlah perubahan yang mengakar.
Kendati demikian, tugas besar tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem. Perjalanan membentuk smart citizen adalah proses berkelanjutan yang memerlukan kolaborasiâantara negara, swasta, dan masyarakat itu sendiri. Literasi digital, pelindungan konsumen, dan perluasan akses teknologi harus terus menjadi prioritas. Karena hanya dengan rakyat yang melek ekonomi dan percaya diri menggunakan teknologi, QRIS benar-benar bisa menjadi alat pemersatu dan pengungkit kesejahteraan.
Masa depan bangsa tak lagi hanya ditentukan oleh seberapa kaya sumber daya alamnya, melainkan oleh seberapa cerdas rakyatnya memanfaatkan peluang. Pun, dalam hal ini, QRIS telah membuka jalan. Kini tinggal bagaimana kita semua, sebagai bagian dari warga digital Indonesia, melangkah bersamaâmenjadi smart citizen yang bukan hanya mampu beradaptasi, tetapi juga siap mengguncang dunia dengan karya dan inovasi dari tanah sendiri,
Sebagaimana kapal pinisi dari Sulawesi Selatan yang telah mengarungi samudra dunia sejak ratusan tahun laluâdengan layar yang dibentangkan oleh angin, dan haluan yang dikendalikan oleh kecerdasan serta ketekunan pelautnyaâbegitu pula arah perjalanan ekonomi digital Indonesia hari ini. QRIS adalah layar barunya, dan smart citizen adalah nakhodanya. Dengan kerja sama yang solid, ketangguhan yang teruji, dan visi yang jauh ke depan, Indonesia siap berlayar menuju samudra global, tanpa kehilangan akar budayanya.
Pinisi tidak dibangun untuk berlabuh di pelabuhan kecil, melainkan untuk menjelajah cakrawala yang lebih luas. Maka, seperti pinisi yang tak gentar pada ombak, bangsa ini pun tak gentar menghadapi perubahan. Dengan QRIS di tangan rakyat yang cakap, Indonesia bukan hanya siap menyambut masa depanâtetapi juga menulis babak baru dalam sejarah ekonominya sendiri. Sebuah babak yang mana produk lokal, teknologi nasional, dan warga digital melangkah serentak, mengguncangkan dunia dari Indonesia.

