Konten dari Pengguna
Panduan Impor Alsintan ke Indonesia
29 Juli 2025 9:04 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Panduan Impor Alsintan ke Indonesia
Pelajari langkah-langkah penting dalam meng impor mesin pertanian ke Indonesia, dari riset pasar hingga distribusi dan pemasaran.M Naufal Rauf Ibrahim
Tulisan dari M Naufal Rauf Ibrahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, banyak petani dan perusahaan pertanian di Indonesia beralih ke teknologi modern dengan mengimpor alsintan dari luar negeri. Namun, proses impor ini tidaklah sederhana. Proses impor dan ekspor mesin melibatkan pengelolaan jaringan regulasi, dokumen, dan logistik yang rumit untuk memastikan transaksi berjalan dengan lancar. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengimport mesin ke Indonesia, antara lain
1. Riset Pasar dan Kebutuhan
Sebelum melakukan impor, penting untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu. Identifikasi jenis mesin pertanian yang dibutuhkan secara detail, seperti traktor, alat tanam, atau combine harvester. Analisis permintaan dan tren penggunaan mesin tersebut di Indonesia agar Anda bisa menentukan pilihan yang tepat sehingga mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan nantinya.
2. Memahami Regulasi dan Persyaratannya
Mengimpor mesin pertanian memerlukan pemahaman tentang regulasi yang berlaku. Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Pertanian memiliki aturan yang ketat mengenai impor alat pertanian. Pastikan sebelum melakukan import mesin pertanian, kita mengetahui semua persyaratan yang diperlukan, termasuk izin impor dan dokumen teknis.
3. Mendapatkan Izin Impor Barang
Izin impor sangat krusial, kita harus mengajukan permohonan izin impor melalui Kementerian Pertanian. Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pastikan semua dokumen lengkap untuk memperlancar proses izin. Pastikan HS Code mesin pertanian yang diimpor bisa masuk ke Indonesia. Jangan sampai step ini terlewat.
4. Pemilihan supplier
Pada tahun 2022, ekspor mesin dunia didominasi oleh lima negara yaitu Cina, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang. Indonesia, dengan sektor industrinya yang terus berkembang, juga telah menjadi pemain penting di pasar permesinan global. Nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan dari 0,37% pada tahun 2018 menjadi 0,43% pada tahun 2022. Dalam memilih supplier, kita harus bisa mencari supplier yang terpercaya dari negara yang sudah kita tentukan sebelumnya. Lakukan pengecekan reputasi dan kualitas produk mereka. Diskusikan spesifikasi mesin yang ingin Anda impor dan pastikan mereka memiliki sertifikasi yang dibutuhkan.
5. Negosiasi dan Pembayaran
Setelah memilih supplier, lakukan negosiasi mengenai harga dan syarat pembayaran. Ketika meminta harga dari supplier, pastikan mendapatkan quotation dengan mata uang dan Term of Payment yang jelas. Ada 5 jenis pembayaran yang bisa digunakan saat kita melakukan import barang, antara lain: Cash in Advance, documentary collection, Letter of credit, Consignment, dan open account. Gunakan metode pembayaran yang aman, seperti letter of credit (L/C), untuk melindungi transaksi kita.
6. Pengaturan Pengiriman
Tentukan metode pengiriman yang sesuai, baik melalui jalur laut maupun udara. Jika menggunakan jalur darat bisa metode FCL (Full Container Load) atau LCL (Less than Container Load) tergantung dari kubikasi barang yang kita import. Pastikan mesin dikemas dengan baik agar tidak rusak selama perjalanan. Kerjasama dengan perusahaan logistik yang berpengalaman sangat dianjurkan.
7. Dokumen Pengiriman
Sebelum melakukan pengiriman, pastikan semua dokumen pengiriman sudah disiapkan, termasuk Bill of Lading (B/L), invoice, form E, dan packing list. Dokumen ini penting untuk proses bea cukai dan pemeriksaan. Pastikan HS Code tidak masuk lartas. Lakukan koordinasi juga dengan forwarder yang membantu kita pada saat custome clearance.
8. Proses Bea Cukai
Pada saat mesin sampai di Indonesia, mesin pertanian harus melalui proses clearance di bea cukai. Siapkan semua dokumen yang diperlukan untuk pemeriksaan agar proses berjalan lancar. Koordinasikan dengan forwarder terkait logistik yang akan membawa mesin tersebut ke warehouse. Biasanya sering terjadi ketidakpastian barang keluar saat proses clearance, kalau barang tidak bermasalah, barang bisa keluar cepat. Akan tetapi jika bermasalah, barang akan ditahan lebih lama sampai dokumen kita lengkap. Di tahap ini biasanya ada pembayaran PIB dan kita harus membayar sebelum barang keluar.
9. Distribusi dan Pemasaran
Setelah semua proses selesai, distribusikan mesin ke konsumen atau petani. Buat strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau target pasar. Kita bisa juga bekerjasama dengan kampus pertanian atau kementerian pertanian untuk membantu pemasaran. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman yang berminat untuk mengimpor alsintan. Salam pertanian!

