Konten dari Pengguna

Aktif di Sosmed, Pasif di Kelas: Mengapa Mahasiswa Takut Bertanya?

Rayna Althia Zahra
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
25 Mei 2025 19:49 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Aktif di Sosmed, Pasif di Kelas: Mengapa Mahasiswa Takut Bertanya?
Fenomena mahasiswa takut bertanya di kelas masih sering terjadi meski mereka aktif di media sosial. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi untuk meningkatkan keberanian bertanya.
Rayna Althia Zahra
Tulisan dari Rayna Althia Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
(sumber; https://www.istockphoto.com/)
zoom-in-whitePerbesar
(sumber; https://www.istockphoto.com/)
Pernah nggak, kamu merasa lebih nyaman bikin story panjang tentang keresahan hidup atau debat soal tren terkini di kolom komentar media sosial, tapi tiba-tiba jadi kaku dan gugup waktu disuruh bertanya di kelas? Fenomena mahasiswa takut bertanya di kelas ternyata bukan cuma kamu yang rasain. Banyak mahasiswa yang lebih ekspresif di dunia maya daripada di ruang kelas. Takut bertanya adalah masalah yang sering dialami oleh banyak mahasiswa, terutama ketika berkaitan dengan public speaking.
Bahkan meskipun kita aktif di media sosial, kenapa ya sangat sulit untuk mengangkat tangan dan bertanya di depan dosen? Padahal, berbicara di depan orang banyak adalah salah satu keterampilan terpenting dalam dunia pendidikan dan dunia kerja. Nah, artikel ini akan mencoba menjelaskan beberapa alasan di balik fenomena ini dan bagaimana cara mengatasinya.
Komunikasi Digital: Zona Aman bagi Mahasiswa
Ada satu hal yang membuat kita nyaman berkomunikasi di media sosial, yaitu komunikasi lisan hampir tidak ada di sana. Di dunia maya, kita bebas mengetik, mengedit, dan memikirkan kata-kata yang akan dikirim. Berbeda dengan situasi di kelas, yang serba spontan dan penuh perhatian. Tak ada kesempatan untuk β€œmengedit” kata-kata atau menunggu momen yang tepat.
Inilah yang menjadi alasan kenapa generasi Z lebih cenderung aktif di media sosial, tetapi cenderung pasif saat diminta berbicara di depan umum. Berbicara langsung di depan orang banyak terasa jauh lebih menantang daripada berbicara di balik layar handphone.
Mengapa Mahasiswa Takut Bertanya di Kelas?
Salah satu penyebab utama adalah rasa takut salah. Sebagian besar mahasiswa merasa cemas kalau apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan ekspektasi dosen atau bahkan teman-teman sekelas. Ada juga yang merasa malu jika pertanyaannya dianggap "bodoh". Di sisi lain, public speaking di kelas justru bisa memberi dampak positif dalam membangun kepercayaan diri dan meningkatkan pemahaman terhadap materi yang dibahas.
Namun, kebiasaan pasif ini lebih dalam dari sekadar rasa takut berbicara. Dalam sistem pendidikan kita, banyak mahasiswa tidak terbiasa aktif dalam diskusi kelas. Padahal, diskusi adalah cara terbaik untuk memahami dan menyerap informasi. Ketika kita tidak diberi ruang untuk berbicara, kita jadi tidak terlatih untuk mengungkapkan pendapat, bertanya, atau bahkan memberikan feedback.
Jika kebiasaan pasif ini dibiarkan, dampaknya bisa sangat besar. Public speaking dan keterampilan komunikasi lainnya adalah kemampuan yang sangat dihargai di dunia kerja. Namun jika kita terbiasa tidak berani berbicara di depan kelas, kita akan kesulitan saat harus menghadapi presentasi atau bahkan wawancara kerja.
Tak hanya itu, kita juga akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri dalam komunikasi yang lebih baik. Padahal, komunikasi lisan adalah salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan untuk menyampaikan ide dan bekerja dalam kelompok. Jika terbiasa diam di kelas, kita akan kesulitan untuk bersaing dengan rekan kerja yang lebih terbuka dan percaya diri.
Bagaimana Cara Mengatasi Takut Bertanya di Kelas?
Ada beberapa cara untuk mulai mengatasi ketakutan ini dan melatih keberanian untuk bertanya atau berbicara di kelas. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Mulai dari Pertanyaan Sederhana
Jika merasa takut bertanya tentang materi yang sulit, mulailah dengan pertanyaan sederhana. Misalnya, jika ada yang kurang jelas dari penjelasan dosen, angkat tangan dan tanya dengan santai. Jangan khawatir jika pertanyaanmu terdengar sederhana, karena sering kali pertanyaan sederhana justru membuka pemahaman lebih dalam.
2. Latihan dengan Teman
Sebelum berbicara di depan kelas, coba latih dulu di depan teman-teman terdekat. Diskusi kelompok kecil bisa menjadi langkah awal untuk membiasakan diri berbicara di depan orang lain tanpa rasa takut.
3. Ubah Mindset: Nanya Itu Bukan Hal yang Memalukan
Banyak mahasiswa yang merasa malu bertanya karena takut dianggap bodoh. Padahal, bertanya justru menunjukkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk memahami. Ubah mindset kamu: bertanya adalah salah satu cara untuk memperdalam pemahaman.
4. Jangan Takut Berbuat Salah
Tidak ada orang yang langsung jago dalam hal berbicara. Bahkan para pembicara profesional juga pernah merasa gugup di awal. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika salah atau merasa canggung. Semakin sering latihan, semakin percaya diri kamu di depan kelas.
Public Speaking adalah Skill yang Bisa Ditekuni
Public speaking bukan bakat, tetapi skill yang bisa dilatih. Jika kamu merasa lebih nyaman di media sosial, saatnya kamu mulai memanfaatkan keberanian itu untuk berbicara di dunia nyata. Jika kita bisa aktif di story atau komentar, maka bertanya atau berbicara di kelas bukanlah hal yang mustahil, kan?
Sebagai mahasiswa, penting untuk mengasah keterampilan komunikasi sejak dini, karena kelak di dunia kerja, kemampuan berbicara di depan umum akan sangat membantu kamu untuk berkembang. Jadi, ayo mulai berani untuk bertanya dan berbicara! Satu kalimat di kelas bisa membuka banyak pintu kesempatan.
Referensi
https://kumparan.com/tag/public-speaking
https://www.kompasiana.com/shandiii/63c4ecbf59008b29d9321ab2/kenapa-pelajar-takut-bertanya
https://stekom.ac.id/artikel/trik-jitu-mengatasi-rasa-tidak-percaya-diri-saat-presentasi
Trending Now