Konten dari Pengguna
Kepemimpinan yang Mencerahkan
30 Agustus 2024 14:48 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Kepemimpinan yang Mencerahkan
Kepemimpinan menjadi suatu aspek penting dalam berjalannya roda organisasi. Pemimpin yang dapat menjalankan peran kepemimpinannya dengan baik, akan memudahkan anggotanya dalam menjalankan tugasnya.Reza Athabi Zayeed
Tulisan dari Reza Athabi Zayeed tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Kullukum Ro’in wakullukum masulun an ra’yatihi”. Setiap dari kalian adalah seorang pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Kiranya begitulah hadis yang pernah disampaikan oleh Rasulullah S.A.W. Memang benar, setiap dari hamba yang diutus kemuka bumi oleh Allah SWT memiliki peran sebagai seorang pemimpin. Baik itu laki-laki, Maupun wanita. Peran pemimpin yang pasti dijalani adalah memimpin dirinya sendiri.
Dalam menjalankan peran kepemimpinannya, seorang yang hebatpun memulai dari menjalankan kepemimpinan pada dirinya sendiri. Itu artinya, kepemimpinan bukanlah suatu tugas atau peran yang hanya dilaksanakan oleh orang-orang yang mendapatkan kepercayaan saja untuk menjadi seorang pemimpin, melainkan juga merupakan tanggung jawab yang ada pada diri setiap orang.
Itulah mengapa hadis diatas ditujukan kepada setiap dari kita, masing-masing. Bukan hanya kepada mereka yang mendapatkan kepercayaan menjadi seorang pemimpin dalam suatu lingkup masyarakat atau organisasi.
Berbicara mengenai kepemimpinan, ada banyak sekali studi yang pernah dilakukan oleh para akademisi dari zaman klasik hingga kontempoterer. Studi yang dilakukan, menghasilkan suatu teori dan gagasan dalam kajian ilmu kepemimpinan. Beberapa teori yang sering diajarkan dikalangan akademik adalah Servant Leadership Teori, Transaksional Teori, Transformational Teori dan masih banyak lagi yang lainnya. Masing-masing dari Teori kepemimpinan tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.
Salah satu teori yang menarik dan belakangan menjadi isu hangat yang dibicarakan adalah mengenai gaya kepemimpinan Transaksional. Secara garis besar, Kepemimpinan Transaksional menekankan pada Kepemimpinan yang bersifat mengikat para anggotanya dengan sesuatu yang dapat memberikan manfaat. Sebagai contoh, seorang yang bekerja dibawah gaya kepemimpinan transaksional, kemungkinan mendedikasikan dirinya, baik itu berupa kinerja, komitmen, dan motivasinya karena membutuhkan sesuatu yang ingin ia dapat dan sesuatu tersebut tidak bisa dia dapat ketika tidak mendedikasikan dirinya lagi pada suatu pekerjaan. Seseorang yang bekerja dalam arahan kepemimpinan transakional, memberikan dedikasinya untuk pekerjaan yang dilakukan karena adanya gaji, insentif, dan hal-hal lain yang mendatangkan manfaat konkrit bagi dirinya. Jika dia tetap bekerja pada perusahaan, tetapi manfaat yang dimaksud tidak didapatkan, maka dia akan berhenti dari pekerjaannya.
Itu adalah salah satu dari beberapa teori kepemimpinan yang pernah dikemukakan oleh para ahli. Ada Kelebihan dan kekurangan ketika seorang pemimpin mencoba menerapkan gaya kepemimpinan tersebut pada suatu organisasi yang dipimpinnya. Disatu sisi, kinerja yang diberikan oleh anggota terhadap organisasi akan lebih memuaskan, Tetapi disisi lain, ada konsekuensi karyawan yang bekerja tidak mencurahkan segenap kemampuan dan kinerjanya dengan sepenuh hati. Hal itu disebabkan karena tidak adanya keterikatan mendalam terhadap organisasi dimana dia bekerja. Pada umumnya, seorang anggota akan merasakan kenyamanan dalam bekerja jika adanya ikatan emosional terhadap perusahaan. Dan biasanya ikatan tersebut tidak muncul dari gaya kepemimpinan yang transaksional.
Lalu gaya kepemimpinan seperti apa yang bisa memunculkan ikatan yang tidak hanya didasarkan pada kalkulasi untung rugi semata ? Salah satu yang bisa menjelaskan hal tersebut adalah kepemimpinan yang mencerahkan. Kepemimpinan yang mencerahkan memang bukan termasuk konsep ataupun teori kepemimpinan yang pernah dikemukakan oleh para ahli. tetapi, gagasan-gagasan dan keutamaan nilainya dapat diambil dari teori-teori kepemimpinan yang sudah ada. Katakanlah salah satu teori kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hal-hal yang sifatnya transaskional saja adalah kepemimpinan transformasional.
Teori kepemimpinan ini menekankan pada upaya atau usaha yang dilakukan oleh para anggota dalam mencapai tujuan bersama. Alih-alih fokus pada tecapainya suatu target dan keberhasilan, kepemimpinan transformasional berorientasi pada perkembangan dan kemajuan bagi masing-masing individu ketika menjalankan setiap proses dalam pekerjaan. Bisa dibilang, kepemimpinan ini adalah kepemimpinan yang menekankan pada pentingnya suatu proses atau usaha yang dilalui. Transformasional juga memiliki pandangan yang visioner karena ia tidak hanya menekankan pada orientasi kerja saja tetapi juga menekankan pada nilai-nilai luhur yang hendak dicapai bersama. itulah mengapa pada umumnya, seseorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan tranformasional sering dipandang sebagai pemimpin yang berkarisma dan disegani oleh anggotanya.
Kepemimpinan ini juga menekankan pada arahan yang diberikan oleh pemimpin kepada anggotanya. Artinya pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini benar-benar peduli terhadap para anggotanya dalam memberikan sumbangsih dan dedikasinya terhadap pekerjaaannya. Kepedulian tersebut yang dapat membawa keharmonisan yang terjadi antara seorang pemimpin dengan anggotanya sehingga para anggota merasa tercerahkan akan hadirnya seorang pemimpin tersebut.

