Konten dari Pengguna

Cerita Merayakan Idul Fitri Di Madinah

Riku Yummy
Pemilik usaha rumahan frozen food.
9 Mei 2022 12:50 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
515
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Cerita Merayakan Idul Fitri Di Madinah
Takbir bergema sangat khusyuk dari pengeras suara di Masjid Nabawi. Hal ini menambah kemeriahan perayaan Idul Fitri di Madinah.
Riku Yummy
Tulisan dari Riku Yummy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
F oto Pribadi, Farhana
zoom-in-whitePerbesar
F oto Pribadi, Farhana
Madinah merupakan kota suci yang banyak dikunjungj umat Islam dari penjuru dunia. Beberapa tahun yang lalu saya bersama suami mengunjungi Madinah pada malam Idul Fitri. Memang kami berniat merayakan Idul Fitri di Madinah. Memasuki penghujung Ramadan, euforia menyambut Idul Fitri sudah terlihat. Namun persiapannya tidak semeriah di Tanah Air, tradisi seperti mudik jarang ditemui di Madinah. Begitu juga pada malam takbiran, masjid Nabawi hanya membaca takbir sampai Isya, setelah itu takbir akan berkumandang lagi sebelum salat Subuh.
Saat Lebaran tiba, kami bangun subuh untuk bergegas ke Masjid Nabawi. Ini adalah masjid terbesar di mana umat Islam di Madinah berkumpul untuk melakukan salat Idul Fitri bersama. Sejak subuh, Masjid Nabawi sudah dipadati jemaah, bahkan hingga di dekat pemakaman Baqi. Tak sedikit bahkan jemaah yang menunaikan salat Idul Fitri di depan lobi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi. Kepadatan ini hingga beberapa kilometer dipenuhi jemaah yang akan melaksanakan salat Idul Fitri.
F oto Pribadi, Farhana
Takbir bergema sangat khusyuk dari pengeras suara di Masjid Nabawi. Hal ini menambah kemeriahan perayaan Idul Fitri di Madinah. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan untuk salat juga merdu memberikan keharuan tersendiri pada perayaan Idul Fitri kali ini.
Setelah salat Idul Fitri selesai, masyarakat Madinah kembali ke rumah masing-masing. Tradisi di sini adalah mereka hanya berkumpul bersama keluarga, tidak berkeliling mengunjungi tetangga seperti di Tanah Air. Suasana beberapa jam setelah salah menjadi sepi, tersisa hanya jemaah dari luar negeri yang memang datang berniat melaksanakan umrah sekaligus merayakan Idul Fitri di Madinah.
Tidak ada ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, nastar atau kastengel saat merayakan Idul Fitri di Madinah. Namun, suasana dan momen perayaan itu sangat berkesan bagi saya beserta suami, terutama kekhusyukan ibadah dan kemeriahan salat Idul Fitri.
Selamat Idul Fitri bagi umat Islam di seluruh dunia, semoga kita semua bisa kembali fitrah dan berbahagia bersama keluarga.
Trending Now