Konten dari Pengguna
Cerita Travelling Bersama Keluarga Kecilku
12 Februari 2023 17:45 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Cerita Travelling Bersama Keluarga Kecilku
Inilah cerita healingku bersama keluarga kecilku. Bahagia itu sederhana. #userstory Riska Marthavia
Tulisan dari Riska Marthavia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Saat bosan healing jadi Kegiatan favorit dalam menenangkan pikiran, Healing selalu identik dengan kata mahal tapi tidak semua orang berpikiran demikian, Healing yang aku sukai adalah pergi liburan bersama keluarga.
Healing-ku travelling ke kampung halaman suamiku. Selalu semangat jika selalu kembali mengingat masa kecil. Awal Januari kemarin keluarga kecil ku mudik untuk pertama kalinya dengan membawa anak kedua ku masih bayi.
Walaupun agak ribet semakin banyak nya anggota keluarga yang ikut tapi kami semua happy, karena akan berkunjung ke kampung halaman suami. Kampung halaman suami ku ada di Purbalingga yang dekat dengan Yogyakarta.
Aku sekeluarga ingin sekali travelling membawa bayi, sungguh tak terbayangkan pasti seru. Travelling ke Yogyakarta tidak kita rencanakan karena jika direncanakan kadang suka gagal.
Ini adalah moment yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya karena sebagai ibu rumah tangga yang mengerjakan pekerja rumah seorang diri membuat jenuh, penuh dan membuat aku emosi karena anak-anak yang suka membuat berantakan rumah.
Pertama kali nya aku membawa anak kedua ku yang masih bayi untuk pergi pulang kampung. Alhamdulilah aku senang sekali. Rumah suami ku sekarang sangat sepi karena ibu mertua ku yang baru saja meninggal. Kebetulan suamiku pulang kampung sudah berjanji dengan kakak ipar.
Kakak ipar baru saja melahirkan, jadi anak-anak kami memiliki tanggal lahir yang sama. Kami berangkat di hari selasa, kami berangkat setelah suami pulang kerja. Kami sengaja berangkat di Malam hari agar suamiku tidak mengantuk di malam hari. Di malam hari suasananya adem sekali. Biasanya malam hari perjalanan tidak macet.
Purbalingga merupakan kampung halaman suamiku, Purbalingga sedang musim hujan. Tempat wisata lebih banyak ada di Purwokerto, banyak sekali makanan khas yang sangat aku suka adalah Soto Sukaraja, Mie Ayam Cak Us, Soto Jalan Bank, Makanan di sana bisa membuat ketagihan. Aku bisa tambah terus. Yang belum pernah ke Purwokerto, coba travelling ke sini ya.
Senang sekali kembali ke Purbalingga dengan membawa bayi kecil, Alhamdulilah bayi berusia 6 bulan sudah bisa makan, masuk ke Tahap MPASI. Bawaan kami yang banyak sekali karena kebutuhan baby yang sangat banyak.
Inilah moment paling seru dan favorit untuk aku dan suami. Travelling bersama keluarga kecil. Kami merencanakan mudik jika bayiku sudah agak besar. Travelling dengan membawa anak-anak menjadi moment paling seru dan tidak akan kami lupakan.
Di perjalanan jalan menuju Purbalingga lancar, kami istirahat di area peristirahatan untuk menjalankan salat, makan malam. Kami tiba di Purbalingga di jam setengah satu pagi, kami langsung beristirahat.
Kakak iparku sudah sampai terlebih dahulu. Pagi tiba kami berencana untuk berenang di Owabong tempat berenang yang terkenal di Purwokerto, Di sana kolam renang nya ada kolam air hangat. Tak Cuma bisa berenang di sana ada banyak pekarangan binatang, seperti burung, kelinci dan lain-lain.
Di Owabong juga ada ada makanan spesial yaitu bakso tusuk, bakso tusuknya yang murah dan enak. Makanan selanjutnya aku sukai adalah Mi ayam, mi ayam di Purwokerto memiliki ciri khas, rasanya tidak terlalu manis.
Di Purbalingga hanya sedikit tempat wisata, jika pulang kampung kami ke Purwokerto. Purwokerto ada mal yang bernama Rita Mal, Healing selanjutnya ke Rita mal, sama seperti yang mal pada umumnya. Bahagia itu sederhana ya, travelling dengan pulang kampung ke kampung suamiku yaitu di Purbalingga.
Setelah beberapa hari di Purbalingga kami melanjutkan ke Yogyakarta. Senang sekali kembali ke Yogyakarta, kami mengingat waktu kami bulan madu ke Yogyakarta. Setelah pulang dari Yogyakarta kami langsung diberikan anugerah yang luar biasa yaitu kehamilan pertamaku.
Kali ini kami tidak banyak berkunjung ke tempat wisata. Karena kami sudah memesan hotel di dekat Malioboro yaitu 101 Yogyakarta, Hotelnya besar, nyaman, dan kami memesan hotel yang berhadapan dengan kolam renang. Anakku suka sekali berenang. Ia happy sekali langsung tiba di hotel, anak pertamaku langsung berenang. Suasana Yogyakarta yang sangat kurindukan.
Yogyakarta memiliki kesan yang begitu besar untukku, banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi. Kami juga berkunjung ke Candi Prambanan, Candi yang begitu besar dan cantik. Tak lupa untuk selalu berfoto untuk kenang-kenangan kami.
Banyak sekali turis yang berkunjung ke sana, Budaya Indonesia yang sangat indah. Sayang sekali kami tidak masuk ke dalam Candi karena sudah tidak di larang. Setelah puas mengitari pelataran candi, kami pun melihat-lihat toko-toko pernah pernik khas dari Candi Prambanan.
Ada baju, topi, mainan dan masih banyak lagi. Setelah dari Candi Prambanan karena sudah siang kami pergi untuk makan siang di Bakmi Jawa khas Yogyakarta, Bakmi Jawa Embah Gito, suasana nya khas jawa. Kami memesan bakmi Jawa goreng dan Kuah ditambahkan acar. Pokoknya mantap bakmi Jawanya. Teman-teman jangan lupa mampir ya.
Malam minggu di Hotel juga ada Live Musik, Musik yang di putar lagu-lagu Indonesia yang populer era 90-an. Jadi mengingat kembali moment kami dulu pacaran. Suasana Yogyakarta terasa sama seperti yang dulu. Bahagia itu sederhana.
Kami pun kembali ke Hotel, di Hotel tidak ada kata capek anak pertama ku langsung berenang, segar sekali berkeringat mengelilingi candi. Malam hari nya kami berjalan-jalan dan untuk mencari makan malam.
Kami makan nasi kucing di depan hotel, lalu melanjutkan perjalanan ke Malioboro. Sudah tidak lama ke sana Malioboro jauh lebih rapi, malam Minggu kami ke sana Ramai sekali. Nasi kucing adalah nasi dengan porsi kecil, kita bisa memilih menu nya dari sosis, gorengan, dan lainnya. Ditemani dengan teh hangat dan angin malam. Suasana Yogyakarta yang begitu Indah. Tidak pernah bosan untuk kembali ke Yogyakarta.
Hari Minggu kami bersiap-siap untuk pulang ke Bekasi, kami check out dari hotel. Sebelum pulang kami membeli beberapa oleh oleh untuk keluarga di rumah. Oleh-oleh favorit adalah baju rumah berupa daster, anak pertamaku ingin sekali membeli lurik, makanan khas dari Yogyakarta yaitu Bakpia.
Sungguh travelling bersama keluarga yang seru, membawa bayi berusia 6 bulan. Kami membeli oleh-oleh di Pasar Bringharjo, banyak pilihan dan harganya jauh lebih murah. Makanan kami membeli di pusat oleh-oleh di Yogyakarta.
Tak terasa waktu sudah siang lelah berkeliling pasar Bringharjo, aku memutuskan untuk makan siang fastfood favorit anak ku. Perjalanan menuju Bekasi begitu lama, lelah terasa kami harus berhenti di tempat istirahat untuk salat.
Alhamdulilah kami tiba di Bekasi pukul 22.00 WIB. Ini adalah cerita travelling-ku yang tak terlupakan. Aku bersyukur sekali bisa travelling bersama keluarga kecilku.

