Konten dari Pengguna

Stuck Saat Menulis?

Rizki Gaga
Wartawan Tempo 2011 - 2016, Redaktur kumparan 2016 - sekarang. Orang Bandung lulusan Jurnalistik Unpad.
22 November 2021 21:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Stuck Saat Menulis?
Penulis—terutama wartawan—selalu punya tantangan untuk menyederhanakan hal-hal rumit sehingga tulisan/beritanya mudah dipahami pembaca. #userstory Rizki Gaga
Rizki Gaga
Tulisan dari Rizki Gaga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi "kerumitan di kepala" (Gordon Johnson, Pixabay).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi "kerumitan di kepala" (Gordon Johnson, Pixabay).
Kita sebagai penulis—terutama wartawan—selalu memiliki tantangan untuk menyederhanakan hal-hal rumit sehingga tulisan/berita kita mudah dipahami pembaca.
Hal-hal rumit itu seringkali bermula dari banyaknya bahan informasi (yang telah kita peroleh dari hasil liputan, wawancara, maupun riset) menumpuk di kepala dan rasanya ingin kita masukkan semua ke berita.
Kita kerap lupa bahwa pembaca tidak memiliki dasar informasi (maupun kesukaan) yang sama sehingga apabila dipaksakan, maka tulisan kita akan berat dibaca.
Nah, bagaimana cara menyederhanakan itu semua? Saya selalu menggunakan trik ini: Yaitu dengan mengajak teman berbicara.
Mitos: Bila kita tidak mampu membicarakan ide tulisan kita secara sederhana, maka kita pun akan sulit menuliskannya.
Fakta: Entah kenapa, ketika kita "ngomong" ke teman tentang apa yang mau kita tulis, kalimat yang keluar itu tiba-tiba jadi sederhana dan singkat.
Trik ini sering saya pakai sejak dahulu menjadi wartawan Majalah Tempo hingga sekarang menjadi redaktur kumparan.
Begitu saya merasa stuck (mampet atau pampat) saat menulis, saya akan berbicara ke teman. Caranya mudah, mulai saja dengan kalimat ini:
"Saya akan menulis tentang ini lho ... ceritanya begini ..." (dan selanjutnya narasi sederhana-nan-mudah-dipahami keluar dari mulut saya)
Dengan bercerita ke teman, tanpa disadari, kita menyederhanakan kerumitan di kepala kita supaya si teman memahaminya. Dan semestinya begitu juga sebuah tulisan mencapai tujuannya.
*
Ayu (wartawan ekonomi) yang menjadi teman bercerita saya (wartawan hukum). Foto ini ketika kami sama-sama jadi wartawan Majalah Tempo, 2016.
Trending Now