Konten Media Partner

Klaster Sekolah di Pekanbaru: Disdik Tutup Sementara SMP Abdurrab Islamic School

29 November 2021 15:19 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Klaster Sekolah di Pekanbaru: Disdik Tutup Sementara SMP Abdurrab Islamic School
Dinas Pendidikan Pekanbaru menutup SMP Abdurrab Islamic School untuk sementara usai terungkapnya 113 kasus COVID-19 baru yang berasal dari sekolah tersebut. #publisherstory
Selasar Riau
PETUNJUK arah menuju SMP dan SMA Abdurrab Islamic School, Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru. (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
zoom-in-whitePerbesar
PETUNJUK arah menuju SMP dan SMA Abdurrab Islamic School, Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru. (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Peringatan yang diberikan Dinas Pendidikan Pekanbaru kepada pengelola SMP Abdurrab Islamic School untuk lebih memperketat protokol kesehatan (Prokes) terhadap anak didik selama proses belajar-mengajar selama di asrama, tak digubris.
Dampaknya, 113 siswa, guru dan karyawan terkonfirmasi positif COVID-19 pekan lalu. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Ismardi Ilyas, mengatakan Disdik telah memberikan teguran terhadap SMP Abdurrab Islamic School (AIS).
"Mereka harus memperketat protokol kesehatan di sekolah itu. Kita sempat memberi peringatan, karena agak longgar. Maka kita ingatkan agar perketatan prokesnya," tegas Ismardi.
Hingga kini ada 113 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terkonfirmasi karena merupakan kontak erat dalam kasus Covid-19 di sekolah terpadu itu.
"Tim sudah turun ke sana, kita ingatkan jangan sampai langgar prokesnya. Intinya kita sudah memberi peringatan sebagai langkah antisipasi," lanjutnya.
Ismardi mengatakan, saat ini baru sekolah itu yang ditutup sementara. Penutupan itu sesuai SOP saat terdapat kasus Covid-19. "Jangan sampai sekolah lain memunculkan klaster kasus Covid-19 baru," ujarnya.
Ia belum memastikan hingga berapa lama penutupan sekolah itu untuk sementara. Ia menegaskan bahwa sekolah mesti konsisten bersama peserta didik menjaga protokol kesehatan secara ketat.
Ismardi mengingatkan agar sekolah mesti mengikuti prosedur yang ada. Ia tidak ingin terlalu banyak interaksi terutama di sekolah dengan asrama atau boarding school.
Laporan: LARAS OLIVIA
Trending Now