Konten dari Pengguna

Fenomena Generasi Sandwich: Antara Tuntutan Ekonomi dan Kewajiban Keluarga

Shinta Rizki Fauzi
Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Ilmu Komunikasi
22 Mei 2025 19:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Fenomena Generasi Sandwich: Antara Tuntutan Ekonomi dan Kewajiban Keluarga
Generasi sandwich menanggung beban ekonomi dua arah: merawat orang tua dan membesarkan anak, memicu tekanan finansial, emosional, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Shinta Rizki Fauzi
Tulisan dari Shinta Rizki Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Pribadi dan dibuat secara pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Pribadi dan dibuat secara pribadi
Isu mengenai Generasi Sandwich semakin sering dibahas dalam konteks sosial dan ekonomi, baik di Indonesia maupun di dunia. Istilah ini menggambarkan kelompok orang yang berada di usia produktif, biasanya berkisar antara 30 hingga 50 tahun, yang secara finansial mendukung dua generasi sekaligus: anak-anak mereka dan orang tua yang sudah tua. Seperti daging yang terjepit di antara dua roti, kelompok ini menghadapi tekanan dari dua sisi kebutuhan keluarga, yang seringkali mengakibatkan beban psikologis, fisik, dan ekonomi. Latar Sosial dan Ekonomi
Munculnya generasi sandwich berkaitan erat dengan perubahan dalam struktur keluarga dan kondisi ekonomi. Peningkatan umur harapan hidup membuat orang tua memerlukan bantuan finansial lebih lama. Di sisi lain, tingginya biaya hidup dan pendidikan anak memperberat beban ekonomi bagi generasi yang aktif bekerja. Dalam banyak situasi, generasi sandwich juga harus menangani utang seperti kredit rumah, cicilan kendaraan, atau pinjaman untuk pendidikan. Dampak Psikologis dan Sosial
Sumber : Pribadi dan dibuat secara pribadi
Tuntutan ganda ini sering kali mengakibatkan stres berkepanjangan, kelelahan mental, dan burnout. Banyak di antara mereka merasa terjebak dalam pola hidup "bekerja untuk membayar tagihan", dengan sedikit waktu tersisa untuk diri sendiri. Selain itu, kondisi ini dapat memicu konflik dalam keluarga, mengurangi kualitas hubungan antar anggota keluarga, serta menciptakan ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Strategi Bertahan
Berbagai cara digunakan oleh generasi sandwich untuk bertahan di tengah tekanan, antara lain: 1. Manajemen keuangan yang ketat, termasuk investasi jangka panjang dan menyisihkan dana darurat. 2. Pembagian tugas dalam keluarga, seperti tanggung jawab antara saudara terhadap orang tua. 3. Mengajarkan kemandirian kepada anak agar tidak terlalu lama menjadi beban. 4. Membangun komunikasi yang terbuka di dalam keluarga untuk menghindari beban emosional yang tidak terungkap. Harapan dan Solusi
Dibutuhkan kebijakan sosial yang lebih mendukung generasi ini, seperti penyediaan layanan perawatan lansia yang terjangkau, subsidi untuk pendidikan anak, serta program pensiun yang memadai. Selain itu, penting untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini dan kesadaran akan perencanaan masa depan agar tidak terjebak dalam siklus ini. Fenomena generasi sandwich mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat modern. Di balik perubahan dalam ekonomi dan struktur keluarga, terdapat individu-individu yang terus berjuang menjaga keseimbangan antara cinta, tanggung jawab, dan kelangsungan hidup. Pengakuan terhadap beban mereka dan dukungan nyata dari masyarakat serta pemerintah menjadi kunci agar mereka tidak tertekan, tetapi tetap bisa menjalani hidup dengan arti yang penuh.
Trending Now