Konten dari Pengguna

Fenomena Komunikasi Generasi Z: Kenapa Anak Muda Saat Ini Enggan Bertelpon

Shinta Rizki Fauzi
Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Ilmu Komunikasi
16 Juni 2025 13:14 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Fenomena Komunikasi Generasi Z: Kenapa Anak Muda Saat Ini Enggan Bertelpon
Anak muda kini lebih memilih chat daripada telepon karena merasa lebih nyaman, bisa berpikir sebelum membalas, dan menghindari kecanggungan komunikasi langsung.
Shinta Rizki Fauzi
Tulisan dari Shinta Rizki Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Gambar dibuat dengan bantuan AI dari ChatGPT (OpenAI).
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Gambar dibuat dengan bantuan AI dari ChatGPT (OpenAI).
Apakah kamu pernah menelepon teman yang termasuk dalam Generasi Z namun tidak ada tanggapan, lalu ia segera membalas lewat pesan? Atau mungkin kamu sendiri merasa panik saat mendapatkan panggilan, dan membiarkannya berdering sampai berhenti? Situasi ini semakin sering terlihat di kalangan anak-anak muda. Ada pertanyaan besar yang muncul: mengapa Generasi Z cenderung menghindari berbicara melalui telepon?
Ternyata, alasan di baliknya lebih dalam daripada sekadar "tidak ingin berbicara. "
Komunikasi yang Terstruktur
Generasi Z dibesarkan dalam dunia komunikasi yang didominasi oleh teks: WhatsApp, Line, Telegram, dan DM Instagram. Dalam aplikasi ini, mereka bisa memilih kata-kata dengan seksama, menghapus kalimat yang kurang tepat, bahkan memikirkan beberapa menit sebelum membalas. Telepon justru mencabut semua iniβ€”membuat komunikasi menjadi tidak terduga dan mendesak. Bagi sebagian orang muda, kondisi ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan, melainkan justru menimbulkan kecemasan.
Ketakutan akan Keanehan: Khawatir Salah Ucap dan Hening yang Tidak Nyaman
Banyak anak muda yang mengaku merasa canggung saat berbicara di telepon karena takut terjadi keheningan yang aneh. Dalam konteks pesan teks, diam bukanlah masalah; namun di telepon, jeda bisa terasa menakutkan. Mereka juga khawatir akan mengucapkan sesuatu yang tidak tepat atau terdengar aneh, sementara tidak ada "tombol hapus" saat berbicara langsung.
Notifikasi = Beban Pikiran?
Banyak dari Generasi Z merasa bahwa panggilan telepon adalah suatu gangguan. Suara dering yang tiba-tiba dianggap mengacaukan alur aktivitas mereka. Dalam budaya multitasking dan kesibukan yang terus-menerus, telepon terasa seperti suatu paksaan untuk segera merespons, padahal mereka lebih suka jika bisa mengatur waktu menjawab sesuai keinginan.
Lebih dari Sekadar Malas
Ini bukan hanya masalah malas berbicara. Ini berhubungan dengan kontrol, kenyamanan, dan keamanan emosional. Bagi Generasi Z, komunikasi lewat teks menyediakan ruang yang lebih aman untuk mengekspresikan diri. Mereka bisa memberi tanggapan ketika hati dan pikiran mereka dalam kondisi baik, atau bahkan memilih untuk tidak membalas sama sekali tanpa merasakan rasa bersalah yang sama ketika menolak panggilan.
Lalu, Apa Artinya?
Bukan berarti Generasi Z bersikap antisosial atau tidak sopan. Mereka hanya mengalami perubahan dalam cara berkomunikasi. Di satu sisi, mereka sangat ekspresif dalam konteks digital, emoji, dan meme. Di sisi lain, metode komunikasi tradisional seperti telepon terasa mulai asing dan bahkan menegangkan bagi mereka.
Oleh karena itu, jika panggilanmu tidak terjawab, jangan segera menyimpulkan bahwa itu adalah tanda ketidakpedulian. Mungkin saja mereka hanya memerlukan waktu untuk memberikan tanggapan dengan cara yang paling nyaman bagi mereka. Dalam zaman sekarang, komunikasi tidak hanya tentang apa yang kita sampaikan, tetapi juga tentang bagaimana kita saling menghargai preferensi masing-masing.
Trending Now