Konten dari Pengguna

Pasukan Biru Kuning: Superhero yang Mengubah Gaya Hidup Beijing

silviayang
Sesdilu 79. Suka baca buku dan makan.
24 Oktober 2025 18:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pasukan Biru Kuning: Superhero yang Mengubah Gaya Hidup Beijing
Sistem delivery di China yang sangat cepat telah menjadi gaya hidup
silviayang
Tulisan dari silviayang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengantar makanan aplikasi Meituan di Beijing. Foto koleksi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Pengantar makanan aplikasi Meituan di Beijing. Foto koleksi pribadi.
Selama tiga setengah tahun tinggal di Beijing, hampir setiap hari saya melihat jalanan dipenuhi pengendara motor listrik berjaket kuning dan biru.
Mereka adalah orang-orang yang membuat hidup jutaan warga China menjadi jauh lebih mudah.
Saat musim panas, saya tidak perlu kepanasan berjalan ke supermarket untuk membeli sayuran segar. Ketika tengah malam saya butuh paracetamol, saya pun tidak harus repot mencari apotek yang masih buka. Semua bisa diantar langsung ke depan pintu rumah—benar-benar sampai di depan pintu—hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Hal semacam ini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat di kota-kota besar China. Sistem pengantaran (delivery) di Negeri Tirai Bambu telah mencapai level yang berbeda—nyaris seperti sulap.
Kunci dari keajaiban ini ada di genggaman tangan: aplikasi. Dua raksasa, Meituan dan Ele.me, mendominasi pasar layanan konsumen di China. Hanya dengan beberapa ketukan di ponsel, apa pun bisa dipesan—mulai dari makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan rumah tangga.
Yang membuat sistem ini begitu efisien adalah armada kurir berjaket biru dan kuning yang legendaris. Mereka menjadi pemandangan khas di setiap sudut kota, meliuk-liuk di antara lalu lintas dengan motor listrik mereka, membawa tumpukan kotak makanan. Kecepatan dan ketangguhan mereka hampir seperti superhero. Mereka bukan sekadar pengantar makanan; mereka adalah urat nadi perekonomian digital China.
Pengantar delivery Eleme (jaket biru) dan Meituan (Jaket kuning) menunggu orderan di parkiran motor. Foto koleksi pribadi.
Di balik layar, kecerdasan buatan (AI) memainkan peran besar. Sistem AI yang canggih mengatur rute pengiriman secara optimal, memastikan kurir dapat mengantarkan beberapa pesanan dalam satu perjalanan seefisien mungkin. Teknologi inilah yang membuat janji “30 menit sampai” benar-benar bisa diwujudkan.
Namun di balik itu, kehidupan "pasukan biru kuning" ini tidak mudah. Mereka bekerja di bawah tekanan waktu yang ketat dan target yang tinggi. Persaingan yang sengit membuat mereka harus terus bergerak cepat—siang dan malam. Ini juga yang menjadi inspirasi salah satu film terkenal asal China - Upstream.
Film Upstream mengisahkan perjuangan para pengantar makanan di China. Sumber foto: IMDB-Upstream (2024)
Meski begitu, dampak keberadaan mereka terhadap gaya hidup masyarakat sangat besar. Warga China kini hampir tak bisa membayangkan hidup tanpa layanan ini. Dari mahasiswa yang malas keluar kamar hingga keluarga sibuk yang perlu berbelanja bulanan, semua mengandalkan jasa kurir.
Singkatnya, sistem delivery di China bukan lagi sekadar layanan—ia telah menjadi budaya, gaya hidup, dan tulang punggung kehidupan urban modern. Mereka telah menaikkan standar arti “cepat” ke tingkat yang sama sekali baru, membuat siapa pun yang mengalaminya pasti akan berdecak kagum.
Trending Now