Konten dari Pengguna
Nyamplung Solusi Dual Fungsi untuk Dekarbonisasi dan Transisi Energi Indonesia
26 Mei 2025 11:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Nyamplung Solusi Dual Fungsi untuk Dekarbonisasi dan Transisi Energi Indonesia
Pohon nyamplung bisa menyerap karbon dan menghasilkan bahan bakar non fosil. Ini satu satunya solusi perubahan iklim berbasis alam milik Indonesia. Tanam di lahan luas, indonesia mandiri energiSofyan S Susilohadi
Tulisan dari Sofyan S Susilohadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman Nyamplung (Calophyllum inophyllum) adalah spesies endemik tropis yang berpotensi besar untuk mendukung Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dan krisis energi global. Menurut penelitian Daud et al. (2019), satu pohon Nyamplung dapat menyerap hingga 525 ton COâ‚‚ per tahun dengan metode Infrared Gas Analyzer (IRGA), menjadikannya salah satu tanaman penyerap karbon tertinggi di dunia.
Selain fungsi ekologisnya, biji Nyamplung dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar non-fosil seperti biosolar, bioavtur, biofuel, dan bioLPG, menjadikannya komoditas unggulan untuk transisi energi nasional ke arah energi terbarukan dan rendah emisi karbon.
Jika ditanam secara massif pada lahan kritis yang luas di Indonesia, Nyamplung dapat menciptakan nilai ekonomi karbon (carbon economic value) dari serapan karbonnya dan mengakses dana iklim internasional. Menurut laporan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), negara-negara maju telah berkomitmen untuk memberikan USD 300 miliar per tahun dalam bentuk climate fund kepada negara-negara berkembang.
Dengan demikian, Nyamplung menjadi pilar penting dalam:
1. Menciptakan nilai ekonomi karbon berkelanjutan
2. Menyediakan feedstock jangka panjang untuk bahan bakar non-fosil
3. Mendukung pencapaian Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia
4. Memanfaatkan sumber pendanaan iklim internasional
5. Mendorong kedaulatan dan ketahanan energi nasional berbasis sumber daya alam lokal
Referensi:
- Daud, M., et al. (2019). Carbon Sequestration Potential of Calophyllum inophyllum using IRGA Method. Indonesian Journal of Environmental Science.
- UNFCCC (2023). Climate Finance: Biennial Assessment and Overview of Climate Finance Flows. Standing Committee on Finance, United Nations.
Berikut adalah roadmap implementasi Nyamplung untuk dekarbonisasi dan transisi energi:
Tahap 1: Fondasi dan Kajian Strategis (2025-2026)
- Tujuan: Persiapan regulasi, pemetaan lahan, dan penguatan narasi kebijakan nasional
- Langkah-langkah:
1. Pembentukan Task Force Nasional Agroforestri Energi berbasis Nyamplung
2. Review dan harmonisasi kebijakan lintas sektor
3. Studi kelayakan lahan kritis potensial (target awal: 1 juta ha)
4. Penyusunan masterplan dan kebijakan nasional "Green Energy from Nyamplung"
5. Penyusunan metodologi perhitungan ekonomi karbon dan carbon offset berbasis Nyamplung
Tahap 2: Demonstrasi dan Pilot Project (2026-2028)
- Tujuan: Implementasi terbatas untuk validasi teknis dan ekonomi
- Langkah-langkah:
1. Penanaman Nyamplung pada 100.000 ha lahan kritis di 5 provinsi sebagai pilot
2. Pendirian green refinery kecil untuk produksi biosolar dan bioavtur dari minyak Nyamplung
3. Penelitian lanjutan tentang hasil serapan karbon dan efisiensi energi biofuel Nyamplung
4. Pengajuan carbon credit ke sistem internasional
5. Perintisan kerja sama internasional untuk akses climate fund
Tahap 3: Ekspansi dan Integrasi Skala Nasional (2029-2035)
- Tujuan: Perluasan kawasan tanam dan industrialisasi energi hijau Nyamplung
- Langkah-langkah:
1. Ekspansi penanaman Nyamplung hingga 3-5 juta hektare di seluruh Indonesia
2. Pengembangan kawasan industri energi hijau berbasis Nyamplung (Bioenergi SEZ)
3. Penetapan carbon price nasional dan sistem perdagangan karbon berbasis Nyamplung
4. Integrasi Nyamplung sebagai primary feedstock untuk bioavtur dan bioLPG dalam roadmap EBT nasional
5. Distribusi energi Nyamplung ke sektor transportasi, pembangkit, dan rumah tangga
Tahap 4: Monetisasi dan Diplomasi Iklim Global (2035-2045)
- Tujuan: Menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global energi hijau dari hutan tropis
- Langkah-langkah:
1. Monetisasi serapan karbon Nyamplung dalam perdagangan karbon internasional
2. Menjadi negara carbon credit surplus dan penyedia offset bagi negara industri
3. Menjadi penyumbang utama bioavtur dan bioLPG global berbasis tropis
4. Advokasi diplomatik Indonesia dalam forum G20, COP UNFCCC, dan ASEAN Green Deal
5. Penyaluran surplus ekonomi karbon untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan hijau berkelanjutan.
Penulis

