Konten dari Pengguna
Sehari di Solo: Menyusuri Keindahan Arsitektur di Pura Mangkunegaran
1 November 2025 7:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Sehari di Solo: Menyusuri Keindahan Arsitektur di Pura Mangkunegaran
Sehari di Solo. Mari Menyusuri keindahan arsitektur Mangkunegaran sebagai salah satu destinasi wisata ikonik yang ada di Solo. #userstoryStephanie Alieta
Tulisan dari Stephanie Alieta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalian pasti tahu kan Pura Mangkunegaran? Destinasi wisata ini terletak di pusat kota Solo, memiliki gaya arsitektur klasik dan Jawa Tradisional, serta dihiasi gaya Eropa yang memanjakan mata. Melansir dari situs mangkunegaran.id, kompleks Mangkunegaran didirikan oleh KGPAA Mangkunegara I pada tahun 1757.
Meskipun bersejarah, Mangkunegaran masih eksis hingga saat ini, terbukti saat saya berkunjung pada 26 Oktober lalu di mana Mangkunegaran masih sangat ramai dengan wisatawan. Dalam tulisan ini, saya akan membagikan pengalaman saya saat menyusuri arsitektur Mangkunegaran yang membuat kalian juga pasti akan terpesona dengan keindahannya.
Spot Ikonik yang Memanjakan Mata
Saat masuk, pengunjung perlu membeli tiket untuk dapat menelusur Pura Mangkunegaran. Harga tiket masuk satu orang sebesar Rp30.000 dengan tour guide yang akan memandu jalannya wisata.
Setelah masuk, kalian akan disambut dengan keindahan taman luas dengan hiasan air mancur klasik di tengahnya, dikelilingi oleh rumput hijau yang tentunya menyegarkan mata. Dipandu oleh tour guide, spot ini jadi tempat favorit untuk berfoto cantik karena suasananya yang tenang, bersih, dan rindang, lengkap dengan pemandangan bangunan khas Pura Mangkunegaran yakni Pendopo Ageng yang ikonik.
Ada hal yang membuat saya kagum. Ketika masuk ke Pendopo Ageng, setiap sudut detail bangunannya dapat terlihat jelas: memiliki cerita dan filosofi yang dengan rinci dijelaskan oleh tour guide saya, yakni Handoko. "Pendopo ini menjadi pendopo terbesar di Indonesia, luasnya mencapai 3500 m2," ujar Handoko.
Selain itu, lantai marmer Italia yang ada di pendopo ini memiliki motif bercak cokelat. Motif tersebut muncul sebagai dampak dari banjir sungai Bengawan Solo. Handoko menyampaikan fakta lain bahwa atap yang ada di Pendopo Ageng memiliki motif khusus bernama "Kumudawati", sebuah motif yang berasal dari astrologi Hindu-Jawa.
Dihiasi dengan gamelan dan deretan lampu gantung dengan sentuhan gaya Eropa, arsitektur Pendopo Ageng benar-benar terasa elegan, klasik, dan mewah khas Kerajaan.
Ruang Klasik Andalan Keluarga Kerajaan
Sambil berjalan menuju spot selanjutnya, saya berkali-kali menganga melihat keindahan arsitekturnya yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Kesan takjub akan muncul jika kita melihat interior vintage dan klasik di sepanjang lorong dan sudut ruangan.
Spot kedua adalah Sarimbitan, tempat raja melakukan meditasi, dihiasi dengan berbagai lukisan raja dan permaisurinya. Dari spot ini, kita akan diajak masuk ke dalam untuk mengelilingi tempat-tempat yang masih sering digunakan oleh keluarga Mangkunegaran. Hal yang menarik dari spot ini adalah aksesibilitasnya yang mana tidak semua orang bisa masuk. Jika keluarga Mangkunegaran sedang berkunjung, spot tersebut akan ditutup.
Menyusur lebih jauh, kita bisa melihat spot yang juga ikonik, yakni Pracimasono. Biasanya, tempat ini digunakan keluarga Mangkunegaran untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti rapat atau kumpul keluarga kerajaan. Sebelah Pracimasono, terdapat ruang makan berarsitektur dan berinterior klasik nan elegan, dihiasi lukisan seniman asal Bali dengan patung-patung filosofis.
Tips dan Rekomendasi
Hampir seluruh spot di Mangkunegaran memiliki arsitektur yang khas dengan cerita filosofi di dalamnya. Namun, spot ikonik yang banyak disukai oleh wisatawan adalah taman Pendopo Ageng yang mana salah satu teman saya, yaitu Nailah, mengatakan hal yang sama.
"Aku sih paling suka Taman di depan Pendopo Ageng yang tadi, banyak banget interior klasik yang cerita sejarahnya bikin kagum," ujar Nailah.
Saya setuju dengan Nailah bahwa arsitektur taman di Pendopo Ageng terkesan sangat ikonik dan memanjakan mata karena adanya perpaduan air mancur, pemandangan pendopo yang klasik, dan sentuhan rumput hijau yang mengelilinginya. Ini spot foto wajib untuk kalian yang suka foto cantik, aesthetic, dan menawan.
Jika kalian berkunjung dan berkeliling ke Pura Mangkunegaran, jangan lupa untuk memerhatikan beberapa informasi penting, seperti aturan berpakaian dan jadwal kunjungan.
Dari sejarah, interior, dan arsitektur bangunan yang kaya akan filosofi, tidak heran jika Pura Mangkunegaran masih jadi tempat wisata eksis yang ada di Solo. Setelah ini, apakah kalian semakin tertarik untuk menjelajah bersama ke Pura Mangkunegaran?

