Konten dari Pengguna
Gerakan Pembebasan Ojol dari Eksploitasi Aplikator
23 April 2025 19:50 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Gerakan Pembebasan Ojol dari Eksploitasi Aplikator
Gerakan aksi turun kejalan yang dilakukan oleh gabungan mitra driver ini memang bukan sesuatu hal yang baru. Sudah lama gerakan seperti ini terjadi sebelumnya dengan tuntutan yang hampir sama. SayangnDiki Yakub Subagja
Tulisan dari Diki Yakub Subagja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir-akhir ini pasukan hijau yaitu gabungan kelompok ojek online (ojol) sering muncul ke permukaan publik untuk menyerukan berbagai macam aspirasi & keluhan yang dirasakan oleh mereka lantaran kebijakan penyedia jasa layanan berbasis aplikasi online (aplikator) tersebut dianggap semakin menekan para mitranya sebagai driver.
Gerakan ini hampir mirip dengan gerakan serikat pekerja yang menuntut perusahaanya untuk memberikan hak para pekerja yang lebih adil dan manusiawi, dikarenakan serikat kerja dalam perusahaan penyedia layanan aplikasi tersebut tidak ada sehingga para mitra melakukan gerakan alternatif yang melibatkan berbagai mitra dari lintas perusahaan aplikator.
Berbagai macam keluhan yang sangat mencuat tersebut tidak lain adalah kebijakan aplikator yang menerapkan potongan komisi yang semakin tinggi, layanan hemat seperti "Aceng" dan sistem orderan slot. Di satu sisi, memang program layanan tersebut memberikan keuntungan ekonomis bagi para pengguna layanan (customer) karena mereka diberikan akses layanan yang murah dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut. Namun disisi lain, layanan tersebut memberikan dampak buruk bagi kesejahteraan para mitra aplikator yaitu para driver ojol karena mereka harus menjalankan pesanan dengan tarif yang tidak masuk akal.
Dengan tarif yang tidak masuk akal, para mitra driver harus menanggung risiko yang lebih tinggi seperti keselamatan berkendara, biaya bahan bakar kendaraan dan perawatan kendaraan. Sampai saat ini, berbagai macam kasus kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh para driver ojol tetap ditanggung oleh mereka sendiri lantaran pihak aplikator tidak memberikan layanan asuransi atau jaminan keselamatan yang jelas untuk para driver. Sekalipun ada layanan asuransi, pihak aplikator memberikan lagi tambahan biaya langganan khusus.
Pada dasarnya, sebenarnya keluhan utama para mitra lebih terfokus kepada layanan tarif perjalanan & potongan tarif perjalanan yang lebih adil. Karena dengan tarif & potongan tarif yang adil, selebihnya para mitra bisa mengatur alokasi untuk menutupi beban risiko dan kebutuhan mereka sendiri. Apalagi para mitra yang mengambil program rental motor listrik, meskipun biaya perawatan motor sudah ditanggung perusahaan, tapi biaya rental dan top up kilometer baterai sangat menjadi beban para driver. Dari sini para aplikator semakin terang benderang menjebak para mitranya ke dalam "lingkaran setan" bisnis para aplikator.
Lengkap sudah penderitaan para driver dengan pola eksploitasi para aplikator kepada mitranya seperti menerapkan potongan aplikator yang tinggi, biaya sewa motor listrik yang tinggi, pendapatan mitra yang rendah, program layanan ekonomis seperti hemat dan slot serta tidak jelasnya jaminan keselamatan kerja para mitra. Sayangnya, pihak pemerintah juga mengakui bahwa aktivitas eksploitasi seperti ini sudah dibiarkan berjalan hampir 15 tahun.
Gerakan & Fokus Tujuan Pembebasan Ojol
Ketika para mitra driver hanya bisa pasrah dengan penindasan baru dan sikap pihak pemerintah yang selalu membisu ketika rakyatnya perlu dibantu, maka sudah saatnya para mitra driver membangun solidaritas gerakan kolektif untuk maju melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menuju pembebasan, selain gerakan turun ke jalan untuk mengaspirasikan tuntutan, para mitra driver yang belum bisa membersamai teman-teman yang terjun langsung bisa melakukan mogok "on-bid" secara besar-besaran.
Gerakan aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh gabungan mitra driver ini memang bukan sesuatu hal yang baru. Sudah lama gerakan seperti ini terjadi sebelumnya dengan tuntutan yang hampir sama. Sayangnya, gerakan-gerakan sebelumnya kurang menyentuh permasalahan yang mendasar dan tingkat solidaritasnya masih belum kuat karena ada intervensi dan intimidasi pihak perusahaan. Sudah saatnya saat ini gerakan pasukan hijau menuju gerakan pembebasan yang sejati dan lebih bermakna.
Meskipun aksi tersebut akan memberikan risiko terhadap penghasilan para mitra driver dalam beberapa hari ke depan, tapi risiko tersebut merupakan bentuk pengorbanan menuju kemenangan dalam mencapai kebebasan dan keadilan. Perlu dijadikan catatan, kemenangan sebenarnya para mitra driver bukan sebatas dengan lahirnya satu atau dua kebijakan perusahaan atau pemerintah yang dianggap berpihak kepada para mitra driver. Kemenangan sebenarnya adalah ketika perusahaan transportasi online (aplikator) tersebut sepenuhnya berada di bawah kekuasaan seluruh mitra driver.
Jika seluruh perusahaan aplikator (Grab, GoTo, Maxim, InDrive, Lalamove dsb) tersebut masih di bawah kekuasaan segelintir kelompok kapitalis, maka penindasan-penindasan baru akan segera hadir kembali untuk menghisap waktu & tenaga driver dengan sesuka hati mereka dalam model dan bentuk kebijakan yang baru.
Oleh karena itu, sudah saatnya tujuan dari gerakan pembebasan dengan kekuatan massa mitra driver ini ditujukan untuk melahirkan kekuasaan penuh bagi seluruh mitra driver dalam menentukan kebijakan perusahaan supaya seluruh perusahaan jasa transportasi online bisa dikelola dengan lebih adil, demokratis dan humanis.
Tetap semangat untuk teman-teman yang turun ke jalan. Terus berdiri tegap melawan ketidakadilan & penindasan. Sudah saatnya melawan untuk menang.

