Konten dari Pengguna
Cerita Umroh (14): Para Dermawan di Masjid Nabawi
7 September 2025 7:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Cerita Umroh (14): Para Dermawan di Masjid Nabawi
Sedekah dan amal baik di Masjid Nabawi memiliki pahala yang dilipatgandakan, menjadikan setiap kebaikan yang dilakukan sangat berharga. Sugeng Winarno
Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pagi itu, rombongan jamaah Mitra Umroh baru saja selesai melaksanakan shalat Subuh di Masjid Nabawi.
Udara Madinah begitu sejuk, dan cahaya matahari perlahan menyinari halaman masjid yang luas. Payung-payung raksasa mulai terbuka, menciptakan bayangan indah yang menaungi ribuan jamaah.
Saat melintasi pintu gerbang Masjid Nabawi, terlihat beberapa dermawan sedang membawa keranjang berisi kurma.
Wajah mereka penuh senyum. Mereka menyodorkan kurma kepada setiap orang tanpa bertanya dari mana asal mereka.
Segala kebaikan memang dilipatgandakan pahalanya di Masjid Nabawi. Banyak jamaah yang berlomba-lomba berbuat kebaikan termasuk para dermawan dengan bersedekah.
Sedekah dilakukan banyak jamaah dengan berbagi kurma, makanan, air mineral, dan memberikan sedekah kepada petugas kebersihan Masjid Nabawi.
Tindakan para dermawan dengan berbagai dengan sesama ini didasari oleh nilai kepedulian sosial dalam Islam dan diyakini akan dilipatgandakan pahalanya di tanah suci, serta dapat meningkatkan empati dan mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.
Setiap gerbang Masjid Nabawi seakan menjadi pintu keberkahan. Ada orang yang berdiri dengan keranjang penuh kurma, ada yang menata roti kecil dalam kantong plastik, dan ada pula yang menawarkan minuman kepada jamaah yang baru keluar.
Saat itu saya melintas di gerbang 338 Masjid Nabawi. Gerbang yang terbilang sangat padat ini sering berkerumun banyak jamaah. Saya melihat sejumlah orang membawa beberapa kardus besar berisi kurma untuk dibagikan ke semua jamaah yang ada di tempat tersebut.
Kardus-kardus berisi kurma tersebut juga diletakkan di beberapa titik yang mudah dijangkau siapa saja yang ingin mendapatkan sedekah kurma tersebut.
Tak hanya kurma, ada aneka kue, makanan, dan minumam juga dibagikan oleh sejumlah dermawan.
Makanan ringan seperti roti dan kurma yang sering saya lihat dibagi-bagikan. Air mineral kemasan juga banyak dibagikan cuma-cuma.
Tak sedikit dermawan yang memberikan sedekah kepada petugas kebersihan yang bertugas di dalam maupun di pelataran masjid.
Para petugas tersebut telah bekerja keras untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan jamaah.
Tradisi berbagi makanan ini seperti kembali ke zaman Rasulullah. Dahulu, para sahabat juga saling memberi makan dengan penuh cinta.
Ada keberkahan dari setiap barang yang dibagikan. Keberkahan bukan dari banyaknya makanan, tapi dari keikhlasan memberi. Para dermawan itu tak pernah bertanya siapa kita. Mereka hanya ingin semua jamaah merasa tenang di rumah Allah ini.
Sedekah dan amal baik di Masjid Nabawi memiliki pahala yang dilipatgandakan, menjadikan setiap kebaikan yang dilakukan sangat berharga.
Berbagi dengan sesama dapat membersihkan hati, memperkuat niat yang ikhlas, serta meningkatkan rasa empati dan kasih sayang terhadap orang lain.
Apa yang dilakukan para dermawan dapat mempererat hubungan dan tali persaudaraan antar jamaah dari berbagai negara, menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan penuh kasih sayang.
Bersedekah adalah wujud kepedulian sosial yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi pemberi, penerima, serta keluarga mereka.
Rombongan jamaah Mitra Umroh mendapatkan pelajaran sangat berharha dari aksi para dermawan di Masjid Nabawi. Mereka sadar, pengalaman di gerbang dan pelataran Masjid Nabawi bukan sekadar menerima makanan, tetapi juga pelajaran berharga tentang arti kedermawanan, ukhuwah, dan cinta karena Allah. (*)
(bersambung, ……….)

