Konten dari Pengguna
Cerita Umroh (15): Mushaf Al Qur’an Gratis di Masjid Nabawi
8 September 2025 4:06 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Cerita Umroh (15): Mushaf Al Qur’an Gratis di Masjid Nabawi
Mushaf gratis yang tersedia di Masjid Nabawi adalah sarana sederhana, tetapi maknanya begitu luas. Ia mempersatukan, menenangkan, dan menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap firman Allah.Sugeng Winarno
Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perjalanan kami sebagai jamaah Mitra Umroh ke Madinah adalah sebuah pengalaman spiritual yang sulit untuk diungkapkan hanya dengan kata-kata. Kota suci ini menyimpan ketenangan yang tak ditemukan di tempat lain, terlebih ketika kaki melangkah ke dalam Masjid Nabawi, masjid yang penuh cahaya dan keberkahan.
Di antara berbagai hal yang begitu membekas dalam hati kami, ada satu yang sederhana namun memiliki makna mendalam adalah keberadaan mushaf Al-Qur’an yang tersedia di setiap sudut masjid.
Sejak pertama kali masuk ke dalam Masjid Nabawi, kami disambut dengan pemandangan mushaf-mushaf Al-Qur’an tersusun dengan teratur. Mushaf itu bukan hanya sekadar buku, melainkan seakan menjadi jendela yang menghubungkan setiap hati dengan firman Allah.
Keindahan yang kami saksikan adalah betapa mushaf itu hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada mushaf besar dengan tulisan jelas yang biasa dipakai untuk tadarus bersama. Ada mushaf ukuran sedang yang pas untuk dibaca sendirian. Ada pula mushaf kecil dengan huruf yang diperbesar, sangat membantu jamaah lanjut usia yang penglihatannya mulai melemah.
Salah satu momen yang tak akan pernah saya lupakan adalah ketika saya menyaksikan salah seorang jamaah dari Indonesia mengambil mushaf dan duduk di shaf bagian tengah. Di sebelahnya ada jamaah dari Turki, sementara di depannya ada jamaah dari Nigeria.
Mereka bertiga memegang mushaf yang sama, meski berasal dari bangsa yang berbeda, namun wajah mereka memancarkan ketenangan yang serupa. Saat ayat-ayat suci dibaca, seakan dinding Masjid Nabawi bergema dengan suara lantunan Al-Qur’an dari berbagai lidah umat Islam.
Itulah potret persaudaraan yang nyata, tanpa sekat, tanpa perbedaan, semua dipersatukan oleh kalamullah.
Saya, istri, dan anak saya juga mendapatkan mushaf Alqur’an gratis yang disediakan di salah satu gerbang Masjid Nabawi. Kami sekeluarga mendapatkan 3 jilid mushaf Alqur’an berbahasa Indonesia secara gratis.
Saya lihat mushaf edisi khusus dengan terjemahan bahasa asing. Ada yang berbahasa Urdu, Inggris, Turki, Prancis, hingga Melayu.
Di salah satu tempat di Masjid Nabawi terdapat lokasi di mana jamaah bisa mendapatkan Al-Qur'an dan bahkan berpartisipasi dalam program wakaf dengan memberikan Al-Qur'an untuk disebarkan secara global.
Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sengaja mencetak mushaf Al-Qur’an dengan berbagai bahasa agar semua jamaah dari berbagai penjuru dunia bisa mengambil manfaatnya. Di dalamnya, tafsir sederhana turut disertakan, sehingga jamaah bisa memahami isi kandungan ayat dengan lebih baik.
Ketika tangan para jamaah menyentuh lembaran mushaf itu, ada getaran hati yang sulit dijelaskan. Membaca Al-Qur’an di Masjid Nabawi bukan hanya ibadah, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang menghubungkan langsung dengan sejarah.
Saya teringat kisah bagaimana Rasulullah dahulu mengajarkan para sahabat membaca Al-Qur’an di tempat ini. Betapa mulianya, ketika ayat demi ayat yang dahulu diturunkan, kini dibaca ulang oleh jutaan umat di masjid yang sama.
Di waktu subuh, saya sering melihat jamaah yang tetap tinggal setelah shalat untuk membuka mushaf. Ada yang membaca perlahan sambil menitikkan air mata, ada yang melantunkan dengan suara pelan, ada pula yang duduk berlama-lama mengulang ayat tertentu untuk menghafalnya. Pemandangan itu begitu menenangkan.
Al-Qur’an benar-benar hidup di Nabawi.
Bagi kami jamaah Mitra Umroh, mushaf gratis yang saya terima dan keluarga adalah hadiah yang sangat berharga. Kami bisa merasakan betapa besar perhatian para dermawan dan pemerintah Saudi dalam menyediakan fasilitas ini.
Tak hanya membaca mushaf Alqur’an di Masjid Nabawi, banyak jamaah yang mendapat mushaf gratis untuk dibawa pulang. Mushaf tersebut disediakan di lembaga percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah.
Membawa pulang mushaf dari Tanah Suci menjadi kebanggaan sekaligus amanah, seakan membawa pulang cahaya Masjid Nabawi untuk keluarga di tanah air.
Mushaf-mushaf itu bukan sekadar buku yang tersusun rapi. Ia adalah simbol kemurahan Allah yang menghadirkan jalan bagi setiap hamba untuk mendekat. Ia adalah saksi bisu jutaan do’a yang dipanjatkan, jutaan ayat yang dibaca, dan jutaan hati yang tersentuh.
Keberadaannya juga menjadi bukti nyata bagaimana Islam adalah agama berbagi. Memberi kebaikan tanpa meminta imbalan, mengalirkan pahala jariyah yang tak pernah terputus.
Kami rombongan jamaah Mitra Umroh pulang dari Madinah dengan membawa kesan mendalam. Membaca Al-Qur’an di Masjid Nabawi bersama jutaan saudara seiman dari berbagai penjuru dunia membuat kami sadar bahwa kitab ini adalah cahaya yang menyatukan umat.
Mushaf gratis yang tersedia di Masjid Nabawi adalah sarana sederhana, tetapi maknanya begitu luas. Ia mempersatukan, menenangkan, dan menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap firman Allah.
Sebagai jamaah Mitra Umroh, kami merasa mendapat pelajaran berharga. Bahwa kebersamaan dengan Al-Qur’an adalah kunci kebahagiaan. Bahwa di balik lembaran mushaf itu, tersimpan pesan besar yakni Islam adalah agama yang memudahkan umatnya untuk beribadah, mempertemukan hati-hati yang rindu pada Allah, serta meneguhkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup sepanjang masa.
Kami semua jamaah Mitra Umroh pun yakin, setiap kali mushaf itu dibuka dan ayat dibaca, do’a-do’a kami turut terangkat ke langit. Do’a untuk keluarga, do’a untuk negeri, do’a untuk keselamatan umat Islam di seluruh dunia. Semua tersambung dalam satu ikatan yang suci, ikatan Al-Qur’an.
Masjid Nabawi mengajarkan kami banyak hal, dan mushaf-mushaf Alqur’an itu adalah salah satu pelajaran paling indah. Ia sederhana, tetapi meninggalkan bekas yang dalam di hati setiap jamaah yang pernah merasakannya. (*)
(bersambung, ……….)

