Konten dari Pengguna

Cerita Umroh (8): Rindu Masjid Nabawi

Sugeng Winarno
Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
1 September 2025 7:05 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Cerita Umroh (8): Rindu Masjid Nabawi
Masjid Nabawi bukan hanya sebuah masjid. Ia adalah rumah cinta, tempat rindu, dan saksi sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Di setiap sudutnya, seakan tersimpan jejak langkah Rosulullah dan sahabat.
Sugeng Winarno
Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Madinah selalu punya cara untuk menawan hati setiap jamaah. Kota ini bukan hanya sekedar persinggahan dalam perjalanan umroh, tetapi juga rumah bagi kerinduan yang tak pernah padam.
Bagi rombongan jamaah Mitra Umroh yang baru saja menuntaskan ibadah, Masjid Nabawi adalah kenangan paling berharga. Sebuah rumah Allah yang membuat hati tak pernah ingin beranjak pergi.
Siang itu, bus rombongan Mitra Umroh memasuki Kota Madinah. Dari kejauhan, menara-menara Masjid Nabawi menjulang indah. Begitu pintu bus terbuka, beberapa jamaah tak kuasa menahan haru.
Perasaan diantara kami seperti mimpi. Sebelumnya saya hanya lihat Nabawi di televisi dan YouTube, kini saya dan semua jamaah Mitra Umroh 9 Agustus telah berada di sini.
Jamaah putri Mitra Umroh berfoto setelah sholat di Masjid Nabawi. Sumber foto: Mitra Umroh.
Rombongan kami singgah di hotel sejenak. Namun sebagian tak sabar ingin langsung ke masjid untuk sholat Dhuhur dan Ashar. Langkah-langkah itu terasa ringan, seakan dituntun oleh kerinduan yang lama dipendam.
Begitu sampai di pelataran Nabawi, suasana haru menyelimuti. Ada yang sujud syukur, ada yang terdiam.
Ada sesuatu yang sulit dijelaskan ketika kaki pertama kali menjejak di pelataran Masjid Nabawi. Pandangan langsung tertuju pada menara-menara yang menjulang tinggi, payung-payung putih raksasa yang membuka di siang hari, dan keramaian jamaah yang berjalan penuh khidmat menuju rumah Allah itu. Hati bergetar, bibir spontan berucap doa, dan mata berkaca-kaca.
Masjid Nabawi bukan hanya sebuah masjid. Ia adalah rumah cinta, tempat rindu, dan saksi sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Di setiap sudutnya, seakan tersimpan jejak langkah Rosulullah dan para sahabat. Tak ada jamaah yang datang tanpa merasakan keharuan, terutama ketika adzan berkumandang. Suara muadzin dari menara Nabawi seolah langsung menembus hati, memanggil setiap insan untuk segera memenuhi undangan Allah.
Masjid Nabawi menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Payung-payung raksasa terbuka, melindungi jamaah dari teriknya matahari Madinah. Di bawahnya, jamaah duduk membaca Al-Qur’an, berzikir, atau sekadar beristirahat sambil menunggu waktu sholat berikutnya.
Menjelang Maghrib, suasana Nabawi begitu indah. Langit Madinah berubah jingga, dan jamaah sudah memenuhi shaf-shaf hingga halaman luar. Suara lantunan Al-Qur’an terdengar dari berbagai sudut, membuat hati tenteram.
Ibu-Ibu jamaah Mitra Umroh menunggu waktu sholat di pelataran Masjid Nabawi. Sumber foto: Hesti Mitra Umroh.
Selepas sholat Magrib, jamaah Mitra Umroh memilih tetap tinggal di masjid. Ada yang melanjutkan sholat sunnah, ada yang membaca Al-Qur’an, ada pula yang hanya duduk termenung sambil menatap kubah hijau Nabawi.
Adzan Isya’ pun berkumandang. Kami berjamaah Isya’ dengan ribuan jamaah lain yang datang dari beragam penjuru dunia. Kami disatukan dalam takbir, rukuk, dan sujud sholat Isya’.
Ada kebersamaan, ada kekhusukan, ada kedamaian, ada rasa takjub akan kebesaran Sang Pencipta.
Selepas Isya, suasana Nabawi berubah menjadi lebih tenang. Banyak jamaah memilih tetap tinggal, memperbanyak sholat sunnah atau sekadar duduk merenung. Inilah saat paling intim antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam keheningan malam, suara doa terdengar lebih syahdu. Banyak jamaah yang menengadahkan tangan, memohon agar bisa kembali lagi ke tempat ini.
Keesokan paginya, rombongan Mitra Umroh bersama-sama berjalan menuju Nabawi untuk sholat Subuh. Udara fajar Madinah terasa sejuk, dan cahaya lampu masjid memandu langkah.
Sebelum Adzan Subuh berkumandang, diantara kami sudah berada di dalam shaf-shaf Masjid Nabawi. Ada yang sholat Tahajud dan sholat sunah yang lain. Ada pula yang berdo’a dan membaca Al Qur’an.
Saat adzan Subuh berkumandang, ribuan jamaah dari berbagai penjuru dunia terhenti sejenak, lalu masuk ke dalam masjid dengan tertib.
Ketika shaf tersusun rapi, imam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara yang begitu merdu. Suasana hening, hanya terdengar beberapa jamaah yang larut dalam kehusukan sholat.
Jamaah antri masuk Raudhoh. Scan barcode aplikasi Nusuk. Sumber foto: penulis.
Hari berikutnya, rombongan Mitra Umroh mendapat giliran masuk ke Roudhah.
Tempat yang disebut sebagai taman surga ini menjadi puncak kerinduan semua jamaah.
Antrean panjang harus dilalui dengan sabar.
Beberapa jamaah terlihat berzikir sambil menunggu. Ketika akhirnya tiba giliran mereka, suasana berubah haru. Karpet hijau Roudhah menjadi saksi bisu tumpahan doa-doa.
Banyak jamaah yang menangis sejadi-jadinya, ada yang berdoa panjang sambil menempelkan wajah ke karpet, ada pula yang hanya duduk terdiam, merasakan kedamaian yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Kini, setelah kembali ke tanah air, rombongan Mitra Umroh menyimpan satu rasa yang sama yakni rindu. Rindu pada suasana Subuh di Nabawi, rindu pada doa-doa yang tercurah di Roudhah, rindu mendengar adzan dari menara Nabawi, rindu menunggu waktu sholat bersama ribuan saudara seiman, rindu bersujud lama dalam hening malam, dan rindu merasakan ketenangan di Madinah.
Suasana di Raudhoh, Taman Surga, tempat do'a-do'a itu diijabah. Sumber foto: Ustad Hilman.
“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah undang kami ke Nabawi bersama rombongan Mitra Umroh, izinkan kami kembali lagi. Izinkan kami menuntaskan rindu ini dengan sujud di rumah Nabimu, Nabi Muhammad SAW.”
Madinah adalah kota cinta dan ketenangan. Masjid Nabawi adalah rumah rindu yang tak pernah sunyi. Dan kerinduan untuk sholat di dalamnya akan terus hidup, menjadi do’a yang tak henti dipanjatkan oleh setiap jamaah. (*)
(bersambung,……….)
Trending Now